Menkeu Borong Keripik sampai Batik Produksi UMKM Banyuwangi

Rabu, 19 September 2018 | 17:00 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memborong oleh-oleh khas Banyuwangi usai membuka seminar internasional untuk menyambut IMF - World Bank Annual Meeting, di Banyuwangi, Rabu (19/9).
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memborong oleh-oleh khas Banyuwangi usai membuka seminar internasional untuk menyambut IMF - World Bank Annual Meeting, di Banyuwangi, Rabu (19/9). (Beritasatu Photo)

Banyuwangi - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati (SMI), memborong oleh-oleh khas Banyuwangi usai membuka seminar internasional untuk menyambut International Monetary Fund (IMF)-World Bank Annual Meeting, di Banyuwangi, Rabu (19/9).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memborong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Banyuwangi di salah satu gerai UMKM. Dia memborong keripik enceng gondok, keripik umbi, keripik bayam, rengginang. SMI juga membeli teri krispi khas Banyuwangi, kue bagiak, sale pisang, dan beragam olahan produk pertanian.

"Saya suka pisang. Saya mau nyoba sale pisang Banyuwangi," ujarnya.

Sri Mulyani di Banyuwangi

Baca Juga: Banyuwangi Siap Sambut Ajang IMF - World Bank

Selain cemilan, Sri Mulyani juga membeli batik Banyuwangi dan kaos yang bertuliskan guyonan ala Banyuwangi. Ada beberapa potong kaos dan baju batik yang dibawanya.

"Apa ini artinya Ruwet Teter?" tanya SMI kepada penjaga sambil membawa kaos bertuliskan bahasa lokal khas Suku Using, masyarakat asli Banyuwangi.

Setelah diterangkan artinya, SMI langsung membeli kaos tersebut. "Ini buat suami dan anak saya. Saya juga mau beli batik untuk oleh-oleh anak saya," tambahnya.

Sri Mulyani mengapresiasi perkembangan UMKM dan ekonomi Banyuwangi secara umum. Pertumbuhan pendapatan per kapita dan penurunan kemiskinan berhasil dilakukan dengan baik. Sehingga, pihaknya merasa senang karena dana insentif dan alokasi dari pemerintah pusat bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah daerah.

"Inovasi daerah seperti Banyuwangi harus terus didukung, seperti pengembangan pariwisata untuk terus meng-generate ekonomi," ujar Sri Mulyani.

"Anda yang datang ke Banyuwangi bisa menikmati suasana keindahan, mulai dari bandara hijaunya, sawahnya, pantainya, seni-budayanya. Saya mengapresiasi sebuah kabupaten bisa mengelaborasikan seluruh potensinya. Banyuwangi melakukan itu dengan baik," imbuhnya.

Sri Mulyani sendiri datang ke Banyuwangi dalam rangkaian seminar internasional menyambut IMF-WB Annual Meeting yang akan digelar di Bali pada bulan depan, dan diikuti 17.000 orang sedunia. Banyuwangi terpilih sebagai daerah penyangga yang akan ikut menyambut rombongan menteri keuangan dari sejumlah negara.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, pihaknya merasa sangat terbantu oleh pemerintah pusat yang terus mendukung daerah.

"Kementerian Keuangan (Kemkeu) terus melakukan supervisi kepada daerah untuk mampu memanfaatkan dana dari pusat dengan baik untuk pengembangan daerah. Rumus-rumus dari Kemkeu yang kami ikuti dengan sedikit sentuhan inovasi sesuai karakter Banyuwangi, sehingga dukungan pusat ikut mendorong ekonomi lokal," paparnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon