Holding BUMN Perkebunan Genjot Ekspor Sawit dan Karet

Senin, 24 September 2018 | 13:29 WIB
TL
B
Penulis: Tri Listiyarini | Editor: B1
TBS Sawit. (Sumber: Investor Daily/Gora Kunjana)
TBS Sawit. (Sumber: Investor Daily/Gora Kunjana)

JAKARTA- Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) atau PTPN Holding terus menggenjot penjualan ekspor komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan karet pada tahun ini. Di tengah menguatnya nilai tukar dolar AS, kegiatan ekspor tersebut akan menambah pendapatan perseroan dan membantu pemerintah dalam meningkatkan hasil devisa negara.

Direktur Utama PTPN Holding Dolly P Pulungan menjelaskan, tahun ini perseroan menargetkan ekspor sekitar 300 ribu ton, sedangkan pada 2019 bisa mencapai 2,50 juta ton. Saat ini, sangat disayangkan apabila PTPN tidak memperlebar volume ekspornya, karena komoditas tersebut merupakan salah-satu penyumbang devisa terbesar Indonesia, tahun lalu kedua komoditas itu memberikan kontribusi nilai ekspor yang sangat besar. "Kita akan terus genjot kegiatan ekspor tahun ini dan tahun depan. Hal ini bisa membantu meningkatkan devisa negara dan untuk menguatkan posisi Indonesia di pasar CPO dunia," kata Dolly Pulungan, kemarin.

Sementara itu di Pelabuhan Dumai, Direktur Pemasaran PTPN Holding Kadek K Laksana melepas pengapalan ekspor CPO menggunakan kapal MT Sea Star ke India sebanyak 13 ribu ton dengan nilai ekspor sebesar US$ 6,85 juta melalui Pelabuhan Dumai, Riau. Ekspor CPO itu berasal dari PTPN III sebanyak 8.500 ton dan PTPN V sebanyak 4.500 ton. "Gencarnya kegiatan ekspor CPO ini merupakan program peningkatan ekspor untuk memperkuat struktur bisnis perusahaan serta membantu pemerintah untuk meningkatkan penerimaan devisa," jelas dia.

Dia mengungkapkan, realisasi ekspor CPO hingga September 2018 mencapai 150 ribu ton atau meningkat 438% dari periode yang sama tahun lalu. Selain ekspor CPO, PTPN Holding melakukan peningkatan ekspor untuk produk turunan kelapa sawit seperti palm kernel oil (PKO) dan palm kernel meal (PKM) dengan membuka pasar-pasar baru seperti negara-negara Eropa dan Korea.

Selain itu, pada hari yang sama, perseroan juga melepas pengapalan ekspor karet menggunakan kapal MSC Pylos HE838R ke Rusia sebanyak 897 ton senilai US$ 1,30 juta melalui Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, dengan jumlah 49 kontainer. "Proses stuffing dimulai pada 13 September sampai 23 September," ujarnya. Untuk komoditas karet, target ekspor tahun ini sebesar 76 ribu ton atau meningkat 21% dari realiasi tahun lalu.

Kadek menambahkan, total ekspor PTPN Holding untuk seluruh komoditas yakni sawit, karet, teh, kopi, dan lain-lain, pada tahun ini diperkirakan sebesar 411 ribu ton dan diharapkan bisa menghasilkan devisa US$ 376 juta atau naik 100% dari realisasi hasil penjualan ekspor 2017. "Sesuai arahan Kementerian BUMN, selain meningkatkan ekspor kami juga melakukan subtitusi impor untuk komponen produk terutama pupuk melalui sinergi BUMN dengan Pupuk Indonesia untuk pemenuhan kebutuhan pupuk di PTPN Group," jelasnya.

SEVP Koordinator PTPN III Suhendri mengungkapkan, PTPN III (stand alone) juga menargetkan penjualan ekspor CPO sampai akhir tahun ini mencapai 93 ribu ton senilai US$ 46 juta atau meningkat dari tahun lalu sebesar 3.274 %, sedangkan penjualan ekspor karet 22.250 ton dengan nilai US$ 33 juta atau naik 3,91 %. "Momentum ini merupakan peluang untuk memperluas pasar baru yang mana saat ini kondisi pasar lokal sedang jenuh. Selain itu, untuk mendukung capaian target ekspor PTPN Holding dan membantu pemerintah menghasilkan devisa negara," ujar dia. (*)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon