Melawan, Otak Pembunuhan Satu Keluarga di Deli Serdang Ditembak Mati

Senin, 22 Oktober 2018 | 15:28 WIB
AS
FB
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: FMB
Ilustrasi.
Ilustrasi. (BSMH)

Medan - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menembak mati Agus Hariadi (40), otak pelaku pembunuhan satu keluarga di Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Senin (22/10).

Satu keluarga yang tewas dibantai pelaku sadis itu adalah Muhajir (49), bersama istrinya Suniati (50), dan putranya M. Solihin (12) di rumah mereka Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa. Mereka dinyatakan hilang sejak, Selasa (9/10).

Muhajir merupakan manajer di pabrik kacamata PT Domas Intiglass Perdana, Tanjung Morawa. Korban ditemukan warga di aliran Sungai Belumai, tepatnya di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir. Ketika itu pun jenazah sudah membusuk, dengan posisi tangan dan kaki terikat tali nilon.

"Otak pelaku pembunuhan memberikan perlawanan saat akan ditangkap di salah satu tempat persembunyiannya di Pekan Baru, Provinsi Riau. Dia mencoba menyerang petugas," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian.

Andi mengatakan, ada dua pelaku yang ditembak dalam penyergapan petugas di Riau tersebut. Seorang lagi bernama Rio S alias Yoyo ditembak di bagian kaki. Jumlah tersangka yang ditangkap ada sebanyak tiga orang.

"Rio dalam perjalanan dibawa ke Medan. Satu tersangka yang sudah ditangkap sebelumnya adalah Dian Saputra (29) warga Dusun III Gang Rasmi, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa. Dia masih menjalani pemeriksaan atas perbuatannya," katanya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti mobil Toyota Calya, handphone, pakaian pelaku bercak darah dan lainnya. Pakaian bercak darah itu ditemukan dari rumah tersangka. Mobil yang mereka gunakan itu disewa dari orang lain.

Dijelaskan, Rio mempunyai peranan membantu Agus Hariadi menghabisi ketiga orang korban. Dian Saputra membantu mengikat dan turut membuang ketiga korban. Kasus ini dilaporkan oleh Desy Rahmawati (23), putri sulung pasangan Muhajir dan Suniati yang tinggal di kawasan itu, 9 Oktober 2018.

Dua hari kemudian, persisnya, Kamis (11/10), jenazah Muhajir ditemukan dalam kondisi mengambang di aliran Sungai Belumai, persisnya di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir. 

Tiga hari kemudian, Minggu (14/10) sekitar pukul 16.00 Wib, jasad M. Solihin (12) ditemukan di tepi aliran Sungai Belumai di Dusun B Bintang Meriah, Desa Limau Mungkur, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hilir, Deli Serdang.

Selanjutnya, Selasa (16/10) sekitar pukul 10.00 WIB, jasad Suniati ditemukan di perairan Pulau Pandang, Batubara, Sumut. Di lokasi itu juga ditemukan jasad pria tak dikenal. Polisi masih mendalami keterkaitan atas penemuan jenazah tersebut.

Menurut Andi Rian, pihak laboratorium forensik kemudian turun melakukan penelitian. Akhirnya diketahui, bahwa dua dari tiga orang korban, dibuang dalam kondisi saat masih hidup. Warga menemukan para korban setelah tewas dalam kondisi membusuk.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon