Polri dan TNI Prioritaskan Penyelamatan Korban di Nduga

Selasa, 4 Desember 2018 | 11:36 WIB
YP
IC
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: CAH
Ilustrasi pengamanan.
Ilustrasi pengamanan. (Antara)

Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya bersama TNI langsung menuju lokasi pasca pembunuhan sejumlah pekerja oleh kelompok yang diduga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Fokus Polri-TNI, kata Iqbal adalah prioritas menyelamatkan korban.

"TNI dan Polri sedang menuju lokasi. Tugas prioritas adalah menyelamatkan korban yang masih hidup," ujar Brigjen M Iqbal saat ditemui di sela-sela acara Hari Anti Korupsi Sedunia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (04/12).

Selain itu, kata Iqbal, Polri-TNI akan segera mengambil langkah-langkah kepolisian dan penegakan hukum atas kasus pembunuhan tersebut. Pihaknya, segera bekerja untuk mengidentifikasi kelompak siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Jelas, Polri diback up TNI akan melakukan upaya-upaya penegakan hukum, kita akan kerja, ada beberapa yang teridentifikasi kelompok-kelompok mana saja," ungkap dia.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Polisi Martuani Sormin mengatakan anggota TNI dan Polri, Selasa (4/12) pagi sudah dikerahkan untuk mengevakuasi korban pembunuhan yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Yall, Kabupaten Nduga.

Irjen Sormin kepada Antara di Jayapura mengatakan pengerahan aparat keamanan sebetulnya telah dilakukan sejak Senin (3/12). Namun, KKB meletakkan dahan-dahan pohon di sepanjang jalan, sehingga aparat kembali ke Wamena. Pada Selasa (4/12) aparat gabungan kembali diberangkatkan.

Ketika ditanya penyebab pembunuhan terhadap karyawan PT Istaka yang sedang melakukan pembangunan jembatan, kapolda mengatakan pihaknya belum mendapat kepastian karena masih sulit melakukan komunikasi ke kawasan itu.

"Belum dapat dipastikan penyebab pembunuhan terhadap puluhan karyawan PT Istaka," kata Irjen Sormin.

Sementara itu, data yang dihimpun Antara menyebutkan bahwa pendeta Wilhelmus Kogoya, tokoh gereja di Distrik Yigi telah melaporkan kasus pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kabupaten Nduga yang menewaskan 24 tukang. Dari laporan tersebut, terungkap dua tukang melarikan diri dan selamat. Mereka kini di Distrik Mbua.

Sementara itu, delapan orang lainnya yang di Distrik Yal diselamatkan keluarga Alimi Gwijangge yang menjabat wakil ketua I DPRD Kabupaten Nduga. Mereka dibawa ke Distrik Koroptak dalam keadaan selamat.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon