Alasan Pentingnya Aktivitas Fisik Bagi Remaja
Selasa, 29 Januari 2019 | 16:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Hasil temua UNICEF yang bertajuk Adolescence, A Time That Matters (2002) mengungkapkan, sebanyak 70 persen dari seluruh kematian pada kalangan dewasa (antara lain akibat penyakit jantung dan paru-paru), dapat dicegah melalui penerapan gaya hidup sehat sejak usia muda. Hal ini, membuat aktivitas fisik sangat penting dilakukan oleh kalangan remaja.
Medical Expert dari Combiphar, Dr Sandi Perutama Gani, mengatakan selain tahun pertama kehidupan, usia remaja menjadi periode penting dalam masa tumbuh kembang manusia. Salah satu perkembangan paling signifikan terjadi pada prefrontal cortex di dalam otak yang berperan mematangkan kemampuan mengambil keputusan, mengembangkan kepribadian dan kemampuan bersosialisasi.
"Perkembangan prefrontal cortex dipengaruhi hormon endorfin yang produksinya tak bisa lepas dari tiga elemen, yaitu gen Deleted in Colorectal Cancer (DCC), serta hormon dopamin dan hormon kortisol," ungkap dr Sandi, di sela acara konferensi pers Combi Run Academy di Jakarta, Selasa (29/1).
Sementara, lanjut dr Sandi, untuk meningkatkan produksi hormon endorfin guna menunjang perkembangan prefrontal cortex, aktivitas fisik rutin menjadi kunci. Olahraga lari menjadi salah satu kegiatan fisik yang direkomendasikan bagi remaja.
"Jenis olahraga ini mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun, di manapun dan kapanpun. Selain itu, olahraga lari yang teratur juga mampu menekan rasa gelisah dan depresi," tambahnya.
Dari sisi manfaat fisik, lari juga meningkatkan kesehatan musculoskeletal, kebugaran kardiorespirasi, kesehatan jantung, mengurangi risiko kenaikan berat badan. Serta, membangun ketahanan tubuh untuk olah raga berdampak tinggi seperti bola basket dan sepak bola.
"Sebuah penelitian mengungkap bahwa berlari 30 menit secara rutin selama 5 hari dalam 3 pekan terbukti membantu remaja mendapatkan waktu tidur yang lebih berkualitas, dan membuat lebih fokus dalam meningkatkan pencapaian akademis," tuturnya.
Head of Corporate Communications & Community Development Combiphar, B Dewinta Hutagaol, menambahkan, keunggulan lari bagi kalangan muda tersebut semakin meneguhkan tekad Combiphar menggagas Combi Run Academy (CRA) 2019. Dalam penyelenggaraan kedua tahun ini, CRA 2019 melibatkan 15 sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Dalam menjalankan program ini, kami bermitra dengan komunitas lari terpercaya agar para peserta tak hanya mendapatkan teori dan teknik lari, tetapi juga dapat mempraktikkannya dengan tepat. Kami berharap, lewat CRA akan lahir bibit-bibit penggiat lari Indonesia yang berprestasi," tutup Dewinta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




