Polri Benarkan Tiga TKI yang Ditembak Hendak Merampok
Kamis, 21 Juni 2012 | 00:16 WIB
"Penyidikan di luar negeri adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab aparat negara setempat."
Markas Besar Kepolisan Republik Indonesia (Mabes Polri) membenarkan jika tiga orang tenaga kerja Indonesia (TKI) telah ditembak mati oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Peristiwa itu terjadi pada 19 Juni 2012, sekitar pukul 04.30 waktu setempat.
Disebutkan, ketiganya adalah Sumardiono, berusia 34 tahun, asal Lumajang, kemudian Marsudi (28 tahun) yang asal Bangkalan, Madura, serta Hasbullah (25 tahun) yang belum jelas asalnya.
"Ketiga korban ini memiliki paspor yang sah. Ceritanya diawali dengan adanya kegiatan patroli di Gombak, Selanggor, yang menemukan adanya mobil Proton Wira. Kemudian, setelah PDRM mendekat, (mereka) melihat tiga orang ini memotong pagar besi sebuah rumah," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Rabu (20/6).
Dikatakan Saud lagi, setelah melihat petugas kepolisian datang, mereka (TKI tersangka pelaku) masuk ke mobil dan kemudian melarikan diri. "Lalu terjadi tembak-menembak antara PDRM dengan ketiga TKI ini. Akibatnya, tiga orang itu meninggal," lanjut Saud.
Dari hasil pemeriksaan post mortem di tubuh ketiganya, Saud menjelaskan, ditemukan luka tembak di dada. "Kedutaan Indonesia memantaunya. Kita menunggu kebijakan dari Kemenlu soal ini. Penyidikan di luar negeri adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab aparat negara setempat," tambahnya.
Markas Besar Kepolisan Republik Indonesia (Mabes Polri) membenarkan jika tiga orang tenaga kerja Indonesia (TKI) telah ditembak mati oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Peristiwa itu terjadi pada 19 Juni 2012, sekitar pukul 04.30 waktu setempat.
Disebutkan, ketiganya adalah Sumardiono, berusia 34 tahun, asal Lumajang, kemudian Marsudi (28 tahun) yang asal Bangkalan, Madura, serta Hasbullah (25 tahun) yang belum jelas asalnya.
"Ketiga korban ini memiliki paspor yang sah. Ceritanya diawali dengan adanya kegiatan patroli di Gombak, Selanggor, yang menemukan adanya mobil Proton Wira. Kemudian, setelah PDRM mendekat, (mereka) melihat tiga orang ini memotong pagar besi sebuah rumah," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Rabu (20/6).
Dikatakan Saud lagi, setelah melihat petugas kepolisian datang, mereka (TKI tersangka pelaku) masuk ke mobil dan kemudian melarikan diri. "Lalu terjadi tembak-menembak antara PDRM dengan ketiga TKI ini. Akibatnya, tiga orang itu meninggal," lanjut Saud.
Dari hasil pemeriksaan post mortem di tubuh ketiganya, Saud menjelaskan, ditemukan luka tembak di dada. "Kedutaan Indonesia memantaunya. Kita menunggu kebijakan dari Kemenlu soal ini. Penyidikan di luar negeri adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab aparat negara setempat," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




