Kanalisasi Jalur Puncak, Kondisi Lalu Lintas Lebih Lancar

Senin, 28 Oktober 2019 | 09:57 WIB
VS
YD
Penulis: Vento Saudale | Editor: YUD
Sejumlah petugas gabungan tengah membantu lalu lintas di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor saat diberlakukan sistem kanalisasi 2:1, Minggu 27 Oktober 2019.
Sejumlah petugas gabungan tengah membantu lalu lintas di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor saat diberlakukan sistem kanalisasi 2:1, Minggu 27 Oktober 2019. (BeritaSatu Photo/Vento Saudale)

Bogor, Beritasatu.com - Sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 yang diterapkan di Kawasan Puncak diharapkan menjadi solusi sulitnya aksesibilitas dan kemacetan di Kawasan Puncak. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih mendorong pembangunan jalan Jalur Puncak II.

Pada uji coba sistem 2-1 di jalur Puncak Bogor pada Minggu pagi, arus lalu lintas dari arah Gadog Ciawi menuju ke Cisarua di Puncak Bogor lebih lancar dibandingkan pada akhir pekan sebelumnya, meskipun kendaraan yang melintas masih merayap.

Dari pengamatan di simpang Gadog, Ciawi, Bogor, pada Minggu (27/10/2019) pagi arus lalu lintas dari simpang Gadog menuju ke Cisarua masih tersendat. Tetapi dengan adanya petugas Polisi Lalu Lintas, petugas Dinas Perhubungan serta sejumlah warga yang membantu, berangsur-angsur menjadi lebih lancar meskipun belum terlalu lancar.

Jika dibandingkan pada akhir pekan sebelumnya, saat diberlakukan sistem buka-tutup mulai sekitar pukul 08.00 WIB dari Gadog ke Cisarua, kendaraan sudah mengantre mulai dari pintu tol Gadog menuju simpang Gadog.

Bupati Bogor Ade Yasin yang terjun langsung ke Jalan Raya Puncak sangat optimis uji coba sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 ini berjalan lancar dan sukses.

Ade Yasin menerangkan suksesnya uji coba sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 karena kerja bareng personel Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Sat Lantas Polres Bogor, Dinas Perhubungan, Sat Pol kabupaten Bogor dan polisi lingkungan warga (Polingga).

"Personel gabungan sudah sejak pukul 04.00 WIB sudah memasang traffic cone, lalu setelah itu mereka juga mengatur lalu lintas untuk membuka aksesibilitas dan mengurai kemacetan lalu lintas, kesuksesan ini berkat kerja mereka juga," terangnya.

Ade menjelaskan sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 bagian dari program Save The Puncak yang ujungnya bertujuan mengembalikan Kawasan Puncak menjadi destinasi wisata nasional.

Puncak Dua

Selain sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1, Pemkab Bogor juga sudah berkali-kali meminta pemerintah pusat membangun Jalur Poros Tengah Timur (PTT) atau Jalan Puncak II, pembangunan Stasiun LRT hingga Ciawi dan lainnya.

Direktur Jenderal (Dirtjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menuturkan pemerintah pusat sedang merundingkan pembangunan Stasiun LRT hingga Ciawi dan pembangunan Jalan Puncak II.

"Walaupun kami sudah survei dan masih merundingkan pembangunan Stasiun LRT hingga Ciawi dan pembangunan Jalan Puncak II, tetapi kita sedang melakukan double track kereta api Bogor - Sukabumi untuk membantu distribusi logistik air hingga mobilitas truk pengangkut galon air jauh berkurang," tutur Budi.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mendesak pemerintah pusat untuk mewujudkan Jalan Puncak II demi mengurai kemacetan lalu lintas.

"Saya sudah melakukan lobi ke Komisi V maupun anggota DPR RI lainnya untuk mendesak pemerintah pusat harus segera menyelesaikan pembangunan Jalan Puncak II karena sebelumnya jalan itu sudah ada dan tinggal pengaspalan saja," ujar Rudy.

Pengamat transportasi dan tata ruang Yayat Supriyatna mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) untuk membangun Jalan Puncak II.

"Dengan adanya uji coba sistem rekayasa arus lalu lintas kanalisasi 2:1 di Kawasan Puncak ini hanya mengubah waktu kunjungan wisatawan ke Kawasan Puncak dan tidak terbatasnya aksesbilitas masyarakat Puncak. Kalau mau mengurai kemacetan lalu lintas maka pemerintah pusat harus tetap membangun Jalan Puncak II," ucapnya.

Yayat menuturkan, selain Jalan Puncak II, Kawasan Puncak yang merupakan destinasi favorit wisatawan dan juga perkotaan butuh mode transportasi LRT. Dengan begitu, lanjutnya, masyarakat maupun wisatawan juga harus mengubah penggunaan mode transportasi pribadi ke transportasi massal, apalagi Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sudah mulai menyiapkan bus - bus menuju Puncak, Kabupaten Bogor.

"Mari kita gunakan transportasi massal agar Kawasan Puncak ini tidak lagi macet hingga membuat semua pihak nyaman dan menyelamatkan Puncak itu dari polusi udara dan efek negatif lainnya," lanjutnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon