Kerentanan Siber Bisa Runtuhkan Kepercayaan Masyarakat

Rabu, 4 Desember 2019 | 15:23 WIB
YS
FH
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: FER
Kika: Direktur Pemberitaan Koran Suara Pembaruan/BeritasatuTV Primus Dorimulu, Menkominfo Rudiantara, Menko Polhukam Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Kepala BSSN Hinsa Siburian, di Ruang Serbaguna, Kemkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019)
Kika: Direktur Pemberitaan Koran Suara Pembaruan/BeritasatuTV Primus Dorimulu, Menkominfo Rudiantara, Menko Polhukam Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Kepala BSSN Hinsa Siburian, di Ruang Serbaguna, Kemkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019) (beritasatu.com/yustinus paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Kerentanan siber sebuah negara dapat menjadi salah satu penyebab runtuhnya nilai-nilai budaya, agama, maupun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Karena itu, upaya penguatan dunia siber sebuah negara sangat diperlukan.

Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional Tuntas Akhir Bulan Ini

"Siber bisa meruntuhkan nilai-nilai budaya, agama dan kepercayaan terhadap pemerintah. Di negara-negara tertentu sudah terjadi," kata Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian, dalam kegiatan nonton bareng dan Diskusi "Peluang dan Tantangan Ruang Siber Indonesia Menjadi Ekosistem Yang Mampu Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Digital" di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Dalam kesempatan itu, Hinsa menjelaskan, ditinjau dari kemungkinan sasaran serangan siber, ada yang bersifat fisik seperti infrastruktur dan ada yang bersifat non fisik. Serangan non fisik inilah yang harus lebih diwaspadai oleh Indonesia.

"Ada satu yang dampaknya terhadap serangan non fisik yang sangat populer. Serangan ini menyebabkan dalam waktu seketika jutaan informasi didistribusikan kepada masyarakat sesuai yang diharapkan yang merencanakan, populernya adalah hoax," ucap Hinsa Siburian.

Kesadaran Perlindungan Siber Makin Meningkat

Untuk menekan serangan non fisik ini, diakui Hinsa, BSSN tidak bisa sendirian menghadapinya. Serangan non fisik berupa penyebaran berita hoax yang bisa meruntuhkan nilai budaya, agama, maupun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah harus dihadapi oleh semua elemen masyarakat.

"Kita berharap nilai-nilai budaya, agama, pemerintahan, bisa tersosialisasikan kepada masyarakat. BSSN sedang proses membangun, kita harus membangun SDM. Kita harus berani apapun situasinya untuk mengembangkan SDM, Litbang dan riset development," ucap Hinsa.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon