Polda Metro Sebut Granat Asap di Monas Bukan Milik Polisi

Rabu, 4 Desember 2019 | 16:34 WIB
BM
IC
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: CAH
Kombes Yusri Yunus.
Kombes Yusri Yunus. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Polda Metro Jaya, masih mendalami kasus ledakan diduga dari granat asap yang melukai dua anggota TNI, di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Belum bisa dipastikan granat asap itu milik siapa.

"Nggak ada, nggak ada punya polisi. Siapa bilang punya polisi, nggak ada," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Rabu (4/12/2019).

Menyoal apakah ada kemungkinan granat asap itu tertinggal pada saat pengamanan kegiatan Reuni 212, Yusri menegaskan, personel tidak membawa granat asap pada saat pengamanan kegiatan itu.

"Tidak ada sama sekali. Bukan (tertinggal saat pengamanan 212)," ungkap Yusri.

Menurut Yusri, penyidik masih melakukan pendalaman terkait peristiwa ledakan itu. Termasuk, akan meminta keterangan kedua korban Serka Fajar dan Praka Gunawan untuk mengetahui kronologi kejadian.

"Masih didalami semuanya. Ini masih kami dalami. Nanti sama-sama (memeriksa korban) karena itu kan TNI," katanya.

Sebelumnya diketahui, sebuah ledakan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, di sisi Utara Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) kemarin. Dugaan sementara, ledakan itu berasal dari granat asap yang ditemukan kedua korban atas nama Serka Fajar dan Praka Gunawan ketika sedang berolahraga, di lokasi.

Serka Fajar mengalami luka di bagian tangan kiri dan kanan, sementara Praka Gunawan menderita luka di bagian paha. Keduanya, sudah dibawa untuk menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon