KSPSI: Buruh Tak Diajak Bicara Soal Omnibus Law

Kamis, 23 Januari 2020 | 20:19 WIB
AH
B
Penulis: Aichi Halik | Editor: B1
Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI
Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI (Beritasatu TV)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyesalkan sikap pemerintah yang tidak pernah mengajak buruh bicara soal RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

Hal ini memicu munculnya gelombang demo buruh yang menolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

"Unsur buruh akan bertanya-tanya kenapa kami tidak dilibatkan dari awal sehingga menimbulkan polemik yang luar biasa di bawah (kalangan buruh). Kalau saja unsur buruh masuk dari awal tentu tidak ada kecurigaan yang berlebihan," kaya Andi dalam acara Hot Economy di BeritaSatu News Channel, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Andi menyatakan, pada prinsipnya buruh tidak menolak Omnibus Law yang akan melakukan reformasi terhadap UU Ketenagakerjaan melalui sejumlah terobosan hukum.

"Yang kami tolak dan mendapat reaksi perlawanan dari buruh adalah kalau aturan-aturan itu mereduksi kesejahteraan buruh," ujar Andi.

Menurut Andi, dalam waktu dekat pihaknya akan bertemu Ketua DPR RI, Puan Maharani, dan Baleg DPR.

"Saya akan minta draftnya seperti apa supaya kami bisa mempelajari. Sampai saat ini kami belum pegang sama sekali (draf RUU)," ucap Andi.

"Kami saja yang sangat dekat dengan Pak Jokowi dan mendukung Pak Jokowi dari tahun 2012 sampai hari ini belum pegang drafnya apalagi teman-teman buruh yang lain," jelas Andi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon