Kongres PAN

Mantan Wakil Sekjen PAN Dukung Pasangan Mulfachri-Hanafi

Senin, 10 Februari 2020 | 09:16 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Pasangan calon Ketua umum-calon Sekjen PAN, Mulfachri Harahap-Hanafi Rais, menggelar silahturahmi dengan kader-kader DPW dan DPD PAN se- NTT, di Hotel Aston Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pasangan calon Ketua umum-calon Sekjen PAN, Mulfachri Harahap-Hanafi Rais, menggelar silahturahmi dengan kader-kader DPW dan DPD PAN se- NTT, di Hotel Aston Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Beritasatu Photo/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Amanat Nasional (PAN) akan menggelar Kongres ke V di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 10-12 Februari mendatang. Salah satu agendanya ialah menentukan calon Ketua Umum (Caketum) periode 2020-2025.

Bima Arya Nilai Asman Cocok Pimpin PAN

Sejauh ini, telah ada beberapa kandidat caketum yang muncul di antaranya, Mulfachri Harahap, Asman Abnur, Dradjad Wibowo, hingga Zulkifli Hasan.

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN 1999-2004, Joko Santoso Handipaningrat, menyatakan, kondisi PAN saat ini sangat mirip dengan peristiwa terbakarnya anjungan Piper Alpha yang berada di lepas pantai Skotlandia pada tahun 1988.

"Peristiwa itu menciptakan teori baru dalam dunia manajemen, The Burning Platform. Strategi penyelamatan organisasi di saat kritis. Saya sangat haqul yakin Pak Amien melihat dan merasakan itu. Untuk itulah beliau berijtihad," kata Joko dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Siap ke Kendari, Mulfachri Boyong 355 Voters

Joko mengatakan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada calon-calon lain, dirinya mendukung sepenuhnya pasangan Mulfachri Harahap dan Hanafi Rais untuk maju sebagai caketum-casekjen PAN.

"Saya membaca arah ijtihad pak Amien Rais setelah berbicara 1,5 jam di rumah beliau. Selain itu, saya juga mencermati visi Mulfachri Harahap setelah bicara 2 jam dengannya," kata Joko Santoso Handipaningrat.

Menurut Joko, ia sangat meyakini Amien Rais punya pertimbangan yang sangat khusus berkenaan dengan situasi dan kondisi politik saat ini.

Drajad Wibowo Dinilai Mampu Imbangi Jokowi

"Beliau teruji dalam soal ini. Maka dengan tetap memberi kritik dan masukan, saya pikir inilah saatnya mengatakan sami'na waatho'na, di saat yang mungkin akan jadi era terakhir perjuangan dan pengabdian beliau," tandasnya.

Sebagai salah satu pendiri dan pencipta lambang PAN, Joko berharap agar PAN ke depan memberi peran yang lebih bagi DPD dan DPW untuk berkiprah. Dua hal tersebut, dinilainya sebagai salah satu persoalan terbesar yang dihadapi PAN selama ini.

"Terakhir, saya meyakini bahwa setiap caketum akan tetap berada dalam posisi yang terhormat jika tidak terpilih," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon