Ada Keluarga Situmeang di Antara Korban "Penembakan Film Batman"

Sabtu, 21 Juli 2012 | 11:26 WIB
VH
B
Penulis: Vinnilya Huanggrio | Editor: B1
Salah satu contoh tiket pemutaran perdana film The Dark Knight Rises di lokasi Century 16 (insert), Aurora, Colorado, AS.
Salah satu contoh tiket pemutaran perdana film The Dark Knight Rises di lokasi Century 16 (insert), Aurora, Colorado, AS. (Facebook-ChrisRamos/Getty)
Sang ayah disebutkan hanya terluka ringan, sementara anaknya sudah keluar RS meski ikut terkena tembakan, dengan sang ibu masih harus menunggu operasi.

Insiden penembakan tragis di pemutaran perdana film terbaru Batman, The Dark Knight Rises, di Aurora, Colorado, Amerika Serikat (AS), ternyata juga harus memakan korban pasangan asal Indonesia bersama seorang putra mereka. Siapa mereka?

Sebelumnya, sebagaimana diketahui dan diberitakan, insiden ini sendiri telah membuat banyak orang bersedih dan merasa miris. Sejumlah tokoh sudah menyampaikan bela sungkawa, termasuk juga dari kalangan selebriti, begitu pula dengan politisi, termasuk Presiden AS Barack Obama.

Sempat belum ada informasi jelas pada awalnya, namun belakangan pihak berwenang mengonfirmasikan bahwa ada 12 korban tewas sejauh ini dari peristiwa itu, dengan sekitar 50 orang lainnya terluka. Ada di antara mereka yang terluka itu cukup parah, namun ada juga yang cedera sedikit saja.

Sejauh ini, memang belum ditemukan data pasti dari korban-korban penembakan itu, baik yang telah dipastikan tewas maupun yang sekadar terluka. Hal ini terutama karena proses perawatan sejumlah orang masih berjalan, sementara pihak kepolisian dan penyidik setempat pun masih terus menelusuri insiden ini.

Namun dari salah satu data yang dimiliki oleh sebuah media online setempat, Aurora Sentinel, didapat beberapa keterangan dari sebagian di antara mereka. Dua di antaranya ternyata disebutkan adalah laki-laki dan perempuan yang berasal dari Indonesia, beserta satu orang anak laki-laki mereka.

Dalam catatan media tersebut, nama pasangan itu adalah Anggiat M Situmeang dan Rita Paulina, yang disebutkan sama-sama berusia 44 tahun. Berdasarkan laporan Katharina Buchholz dari CU Journalism News Service yang dikutip Aurora Sentinel pula, Angiat yang berasal dari Jakarta, bersama Rita, berimigrasi ke AS sekitar 10 tahun yang lalu. Mereka diketahui bekerja di Life Care Center Nursing Home (semacam panti perawatan).

Sementara itu, korban lainnya adalah putra dari pasangan itu, remaja berusia 14 tahun yang disebutkan bernama Prodeo Et Patria. Sang putra disebutkan sempat dirawat di RS University of Colorado untuk luka tembakan di punggung bawahnya, namun sudah diperbolehkan pulang, meskipun menurut reporter CU Journalism, masih ada peluru di dalam tubuhnya yang untungnya tak terluka dalam.

Akan halnya kondisi Angiat sang ayah, dilaporkan hanya menderita cedera ringan di bagian mata. Sedangkan untuk istrinya, Rita, harus mendapatkan perawatan lebih intensif akibat luka tembakan di tangan dan kaki kirinya. Tim dokter di Denver Health Medical Center disebutkan telah menjadwalkan operasi pada Sabtu (21/7) ini, untuk mengeluarkan peluru dari tulang kakinya, dengan kondisi Rita dilaporkan masih stabil.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon