Fadli Zon: Demokrasi Kita Dikendalikan Cukong
Rabu, 10 Juni 2020 | 19:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon menanggapi positif disusunnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu jauh hari sebelum pemilu. Di sisi lain, Fadli menilai semestinya regulasi pemilu tidak diubah setiap lima tahun.
"Sangat baik sekali bahwa RUU pemilu dibahas di awal, tapi sisi lain ada ironi. Regulasi pemilu idealnya punya jangka waktu panjang, bukan hanya lima tahun dengan situasi tertentu dan kepentingan tertentu siklus lima tahunan," kata Fadli kepada wartawan, Rabu (10/6/2020).
Menurut Fadli, undang-undang (UU) kepemiluan idealnya berlaku 20 tahun, sehingga ada kesinambungan demokrasi. Berkaca selama ini, lanjut Fadli, ketentuan dalam UU terkait pesta demokrasi selalu berubah-ubah.
"Kembali pertarungan awal. Misal masalah apakah sistem proporsional terbuka atau proporsional tertutup. Jadi kita kembali pada kepentingan jangka pendek parpol (partai politik). Kita sebetulnya tidak mau bangun demokrasi yang benar-benar subtantif, tapi lebih banyak mengakali undang-undang untuk kepentingan jangka pendek," ujar Fadli.
Fadli menyatakan demokrasi akhirnya bersifat prosedural, bahkan dikorupsi. "Membuat demokrasi kita mahal dan sangat mahal. Di dalam pertarungan untuk jabatan publik, mereka yang bertarung orang punya uang, orang-orang kaya, mempunyai modal, atau orang-orang yang punya cukong. Demokrasi kita menjadi demokrasi yang dikendalikan oleh cukong sebetulnya kalau mau jujur bicara," tukas mantan wakil ketua DPR ini.
Fadli berharap ada perubahan dari kondisi yang terjadi. Partisipasi rakyat, lanjut Fadli, sepatutnya diterjemahkan secara subtantif dan memang ada keterwakilan.
"Daulat rakyat itu ada dalam praktik demokrasi kita. Kita tidak melihat ini sedang terjadi dan akan terjadi. Lebih banyak pembicaraannya terkait dengan sistem-sistem. Seharusnya pembicaraan demokrasi kita tentu melalui proses filosofinya dulu apa, dasarnya ini apa, kita mau kemanakan demokrasi kita, baru bicara sistem-sistem," pungkas Fadli.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




