PMI Ingatkan Pencegahan Klaster Baru Covid-19 di Sekolah

Kamis, 16 Juli 2020 | 14:58 WIB
IH
FH
Penulis: Indah Handayani | Editor: FER
Dewan Penasihat RSI Sandiaga Uno dan Sekjen PMI Pusat Sudirman Said di Kantor PMI DKI Jakarta, Selasa (31/3/2020)
Dewan Penasihat RSI Sandiaga Uno dan Sekjen PMI Pusat Sudirman Said di Kantor PMI DKI Jakarta, Selasa (31/3/2020) (Beritasatu Photo/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagian sekolah di zona hijau Covid-19 sudah efektif tatap muka. Meski di zona hijau, risiko penularan Covid-19 pun sangat dikhawatirkan. Alih-alih bisa menjadi klaster baru, seperti yang sudah pernah terjadi sebelumnya. Misalnya saja di lingkungan pondok pesantren, juga kawasan Secapa AD Bandung.

Baca Juga: PMI Pastikan Donor Darah Aman Sesuai Protokol Kesehatan

Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said mengatakan, meskipun belajar tatap muka di sekolah sudah berlaku di zona hijau Covid-19, tetap harus dipikirkan ulang bagaimana risikonya. Jika penambahan kasus positif Covid-19 masih ada, peluang tingginya risiko penularan pun tak dapat dielak.

"Sepanjang masih ada kemunculan kasus di manapun itu artinya risiko terbuka bagi penularan virus," kata Sudirman dalam keterangan pers diterima Kamis (16/7/2020).

Belum lagi dengan adanya peringatan organisasi kesehatan dunia (WHO), bahwa ditemukan penyebaran Covid-19 melalui udara (airborne). Hal ini juga banyak ditemukan di lingkungan pendidikan. Menurut Sudirman, bukti bahwa risiko penyebaran virus corona makin tinggi. Sayangnya kewaspadaan masyarakat tampak makin menurun.

Baca Juga: Jangan Takut Donor Darah Saat Pandemi

"Kita perlu bangkitkan kembali solidaritas warga untuk saling mengingatkan, saling menjaga. Ada rumusan outbreak anywhere is outbreak everywhere. Artinya, kalau ada penyebaran kasus di Bandung, Surabaya, Semarang, dan lain-lain. Itu artinya selalu ada risiko penyebaran di tempat-tempat lain," bebernya.

Sudirman Said mencontohkan, di Jakarta sudah pernah menurun dan stabil, tetapi sekarang mulai naik lagi angkanya. Bisa karena penyebaran lokal DKI Jakarta, tetapi juga bisa disebabkan interaksi warga DKI dengan warga wilayah lain yang masih tinggi angka penularannya.

Menurut Sudirman, PMI punya langkah antisipasi untuk meminimalisir risiko klaster baru Covid-19 di sektor pendidikan. Sejak Februari 2020, PMI aktif melakukan promosi kesehatan tentang kampanye protokol kesehatan. Mulai April relawan PMI bersama sama dengan elemen masyarakat, dan TNI/Polri aktif melakukan penyemprotan disinfektasi ke tempat tempat umum, termasuk sekolah, madrasah dan pesantren.

Baca Juga: Bantu PMI, AMPG Gelar Aksi Donor Darah

"Dengan usaha yang demikian, kami tetap berpandangan bahwa cara terbaik mengurangi risiko adalah menghindari kerumunan," tegas Sudirman Said.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon