Ditemukan, Dua Spesies Baru Burung Hantu di Filipina
Minggu, 19 Agustus 2012 | 20:09 WIB
Salah satu jenis burung hantu yang ditemukan sempat dianggap punah
Para peneliti yang dipimpin oleh Michigan State University menegaskan bahwa dua spesies baru burung hantu telah ditemukan setelah sebuah penelitian vokalisasi mereka menemukan bahwa mereka adalah spesies baru dan bukan subspesies.
Yang pertama adalah burung hantu bermata biru keabu-abu, burung hantu Camiguin Hawk ini ditemukan di pulau kecil Camiguin Sur, dekat Mindanao utara.
Pada malam hari, ia menyanyikan lagu solo panjang secara intens, dengan nada khas menggeram rendah. Pasangan burung hantu itu memberikan duet menggonggong singkat yang dimulai dengan geraman.
Penemuan baru kedua adalah burung hantu Cebu Hawk. Burung ini dianggap punah, karena hutan-hutan di Cebu hampir semuanya telah hilang karena deforestasi.
"Lebih dari 15 tahun yang lalu, kami menyadari bahwa subspesies baru Ninox elang burung hantu ada di Filipina," kata pemimpin peneliti Pam Rasmussen, asisten profesor zoologi, Michigan State University.
"Tapi tidak sampai tahun lalu kami memperoleh rekaman cukup bahwa kita bisa mengkonfirmasi bahwa mereka tidak hanya subspesies, tapi dua spesies baru burung hantu," katanya dalam sebuah pernyataan.
"Burung-burung hantu tidak belajar lagu-lagu mereka, itu diturunkan secara genetik, diprogram dalam DNA mereka dan digunakan untuk menarik pasangan atau mempertahankan wilayah mereka. Jadi jika mereka sangat berbeda, mereka adalah spesies baru," kata Rasmussen.
"Ketika kami kali pertama mendengar lagu-lagu kedua burung hantu itu, kami kagum karena begitu jelas mereka berbeda dan kita sadar bahwa mereka adalah spesies baru," katanya.
Penemuan baru ini dimuat dalam edisi terbaru Forktail, Journal of Ornitologi Asia.
Para peneliti yang dipimpin oleh Michigan State University menegaskan bahwa dua spesies baru burung hantu telah ditemukan setelah sebuah penelitian vokalisasi mereka menemukan bahwa mereka adalah spesies baru dan bukan subspesies.
Yang pertama adalah burung hantu bermata biru keabu-abu, burung hantu Camiguin Hawk ini ditemukan di pulau kecil Camiguin Sur, dekat Mindanao utara.
Pada malam hari, ia menyanyikan lagu solo panjang secara intens, dengan nada khas menggeram rendah. Pasangan burung hantu itu memberikan duet menggonggong singkat yang dimulai dengan geraman.
Penemuan baru kedua adalah burung hantu Cebu Hawk. Burung ini dianggap punah, karena hutan-hutan di Cebu hampir semuanya telah hilang karena deforestasi.
"Lebih dari 15 tahun yang lalu, kami menyadari bahwa subspesies baru Ninox elang burung hantu ada di Filipina," kata pemimpin peneliti Pam Rasmussen, asisten profesor zoologi, Michigan State University.
"Tapi tidak sampai tahun lalu kami memperoleh rekaman cukup bahwa kita bisa mengkonfirmasi bahwa mereka tidak hanya subspesies, tapi dua spesies baru burung hantu," katanya dalam sebuah pernyataan.
"Burung-burung hantu tidak belajar lagu-lagu mereka, itu diturunkan secara genetik, diprogram dalam DNA mereka dan digunakan untuk menarik pasangan atau mempertahankan wilayah mereka. Jadi jika mereka sangat berbeda, mereka adalah spesies baru," kata Rasmussen.
"Ketika kami kali pertama mendengar lagu-lagu kedua burung hantu itu, kami kagum karena begitu jelas mereka berbeda dan kita sadar bahwa mereka adalah spesies baru," katanya.
Penemuan baru ini dimuat dalam edisi terbaru Forktail, Journal of Ornitologi Asia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




