PB PON Putuskan Tim KPSI Wakili Sepak Bola Jabar
Minggu, 9 September 2012 | 12:46 WIB
Sayangnya sikap KONI Jawa Barat menerima putusan Dewan Hakim PB PON 2012 bukan berarti rekonsiliasi.
Sidang Dewan Hakim PB PON XVIII/2012 Riau memutuskan Ketua Umum PSSI Jabar versi KPSI Jabar menjadi manajer tim sepak bola Jawa Barat pada lanjutan pertandingan berikutnya di Kuantan Sengingi, Riau.
Keputusan Dewan Hakim PB PON itu dilakukan dalam sidang yang digelar di Hotel Grand Zuri Pekanbaru yang berlangsung hingga Minggu (8/9) dinihari.
"Intinya Dewan Hakim PB PON XVIII memutuskan Toni menjadi manajer tim Jabar, silakan saja kami akan mengikuti putusan itu. Sedangkan tim yang bertanding tetap yang berlaga di dua pertandingan berikutnya," kata Ketua Umum KONI Jawa Barat, H Azis Syarif.
Sidang dewan hakim yang digelar sejak Sabtu pukul 20.00 WIB hingga Minggu pukul 02.00 WIB itu berlangsung tertutup dipimpin Ketua Dewan Hakim Sudirman.
Hadir pada kesempatan itu Tim Advokasi KONI Jabar Agus Sihombing dan Ketua PSSI KPSI Toni Aprilani.
Sidang berlangsung cukup alot bahkan sempat diskor pukul 23.00 WIB dan dilanjutkan pukul 00.30 WIB.
Melalui keputusan itu, KONI Jabar menerima hasil keputusan itu dan tetap fokus untuk meloloskan tim Jabar ke babak berikutnya.
"Semua demi Jawa Barat, kondisi tim saat ini sedang bagus-bagusnya. Ke depan kami lebih fokus," kata Azis Syarif.
Meski demikian, kata dia, sikap KONI Jawa Barat menerima putusan Dewan Hakim PB PON 2012 bukan berarti rekonsiliasi. KONI Jabar hanya melaksanakan putusan dari pengadil yang menuntaskan masalah yang terjadi pada pertandingan PON 2012 itu.
"Bukan rekonsiliasi, namun semuanya demi tim dan demi Jabar. Saya minta tim lebih fokus untuk pertandingan berikutnya," katanya.
Terkait posisi Manajer Tim sepak bola Jabar, Dandan Wisnuwardhana tetap sebagai pelaksana tugas manajer dan menuntaskan tugasnya mengawal tim Jabar di ajang PON.
"Perubahan ada di posisi manajer, tim tetap tidak ada perubahan," katanya.
Sementara itu perjuangan tim Jabar akan menjalani pertandingan penyisihan ketiganya yang menentukan melawan Gorontalo yang sudah dipastikan tidak berpeluang ke babak berikutnya.
Tim Jabar saat ini menempati peringkat pertama penyisihan grup B dengan nilai empat hasil sekali menang dan sekali seri, di atas Sumut.
Partandingan terakhir grup B yang akan digelar pada Senin (9/9) di Kuantan Sengingi, merupakan partai hidup mati bagi Jabar serta duel Jatim kontra Sumut.
Sidang Dewan Hakim PB PON XVIII/2012 Riau memutuskan Ketua Umum PSSI Jabar versi KPSI Jabar menjadi manajer tim sepak bola Jawa Barat pada lanjutan pertandingan berikutnya di Kuantan Sengingi, Riau.
Keputusan Dewan Hakim PB PON itu dilakukan dalam sidang yang digelar di Hotel Grand Zuri Pekanbaru yang berlangsung hingga Minggu (8/9) dinihari.
"Intinya Dewan Hakim PB PON XVIII memutuskan Toni menjadi manajer tim Jabar, silakan saja kami akan mengikuti putusan itu. Sedangkan tim yang bertanding tetap yang berlaga di dua pertandingan berikutnya," kata Ketua Umum KONI Jawa Barat, H Azis Syarif.
Sidang dewan hakim yang digelar sejak Sabtu pukul 20.00 WIB hingga Minggu pukul 02.00 WIB itu berlangsung tertutup dipimpin Ketua Dewan Hakim Sudirman.
Hadir pada kesempatan itu Tim Advokasi KONI Jabar Agus Sihombing dan Ketua PSSI KPSI Toni Aprilani.
Sidang berlangsung cukup alot bahkan sempat diskor pukul 23.00 WIB dan dilanjutkan pukul 00.30 WIB.
Melalui keputusan itu, KONI Jabar menerima hasil keputusan itu dan tetap fokus untuk meloloskan tim Jabar ke babak berikutnya.
"Semua demi Jawa Barat, kondisi tim saat ini sedang bagus-bagusnya. Ke depan kami lebih fokus," kata Azis Syarif.
Meski demikian, kata dia, sikap KONI Jawa Barat menerima putusan Dewan Hakim PB PON 2012 bukan berarti rekonsiliasi. KONI Jabar hanya melaksanakan putusan dari pengadil yang menuntaskan masalah yang terjadi pada pertandingan PON 2012 itu.
"Bukan rekonsiliasi, namun semuanya demi tim dan demi Jabar. Saya minta tim lebih fokus untuk pertandingan berikutnya," katanya.
Terkait posisi Manajer Tim sepak bola Jabar, Dandan Wisnuwardhana tetap sebagai pelaksana tugas manajer dan menuntaskan tugasnya mengawal tim Jabar di ajang PON.
"Perubahan ada di posisi manajer, tim tetap tidak ada perubahan," katanya.
Sementara itu perjuangan tim Jabar akan menjalani pertandingan penyisihan ketiganya yang menentukan melawan Gorontalo yang sudah dipastikan tidak berpeluang ke babak berikutnya.
Tim Jabar saat ini menempati peringkat pertama penyisihan grup B dengan nilai empat hasil sekali menang dan sekali seri, di atas Sumut.
Partandingan terakhir grup B yang akan digelar pada Senin (9/9) di Kuantan Sengingi, merupakan partai hidup mati bagi Jabar serta duel Jatim kontra Sumut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




