Djohar Harapkan Semua Pihak Tidak Menciptakan Masalah Baru
Rabu, 26 September 2012 | 19:43 WIB
"Semuanya sudah jelas dan surat dari AFC harus dijadikan pedoman," kata Djohar.
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin berharap semua pihak terkait dengan polemik persepakbolaan nasional mematuhi hasil rapat Joint Committe (JC) yang telah disepakati.
"Semua harus tulus mematuhi hasil rapat JC dan tidak kembali menciptakan masalah baru. Semuanya sudah jelas dan surat dari AFC harus dijadikan pedoman," kata Djohar di Kantor PSSI Senayan, Jakarta, Rabu (26/9).
Pertemuan JC yang melibatkan pihak PSSI dan Komite Penyelamatan Sepak Bola Indonesia (KPSI) dan dipantau langsung oleh AFC telah terlaksana di Kuala Lumpur Malaysia, Kamis (20/9). Ada empat poin yang didapat termasuk masalah timnas dan kompetisi.
Menurut Djohar, dengan adanya hasil rapat JC yang diikuti oleh kedua belah pihak (PSSI dan KPSI) maka tidak ada hal lagi yang bisa menghalangi bagi pemain terbaik di Indonesia untuk memperkuat timnas seperti yang terjadi selama ini.
Saat ini timnas Indonesia yang dibawah komando PSSI hanya mengandalkan pemain yang turun di kompetisi Indonesia Premier League (IPL), padahal banyak pemain potensial yang turun di Indonesia Super League (ISL).
Dengan adanya hasil rapat JC yang menyatakan jika satu-satunya lembaga yang berwenang mengelola timnas adalah PSSI. Karenanya, federasi sepak bola Indonesia berhak menggunakan jasa pemain yang turun di ISL.
"Kami telah memberikan wewenang kepada pelatih Nil Maizar untuk memanggil para pemain baik dari kompetisi ISL maupun IPL. Ini demi persiapan Piala AFF November nanti," ucap Djohar.
Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin berharap semua pihak terkait dengan polemik persepakbolaan nasional mematuhi hasil rapat Joint Committe (JC) yang telah disepakati.
"Semua harus tulus mematuhi hasil rapat JC dan tidak kembali menciptakan masalah baru. Semuanya sudah jelas dan surat dari AFC harus dijadikan pedoman," kata Djohar di Kantor PSSI Senayan, Jakarta, Rabu (26/9).
Pertemuan JC yang melibatkan pihak PSSI dan Komite Penyelamatan Sepak Bola Indonesia (KPSI) dan dipantau langsung oleh AFC telah terlaksana di Kuala Lumpur Malaysia, Kamis (20/9). Ada empat poin yang didapat termasuk masalah timnas dan kompetisi.
Menurut Djohar, dengan adanya hasil rapat JC yang diikuti oleh kedua belah pihak (PSSI dan KPSI) maka tidak ada hal lagi yang bisa menghalangi bagi pemain terbaik di Indonesia untuk memperkuat timnas seperti yang terjadi selama ini.
Saat ini timnas Indonesia yang dibawah komando PSSI hanya mengandalkan pemain yang turun di kompetisi Indonesia Premier League (IPL), padahal banyak pemain potensial yang turun di Indonesia Super League (ISL).
Dengan adanya hasil rapat JC yang menyatakan jika satu-satunya lembaga yang berwenang mengelola timnas adalah PSSI. Karenanya, federasi sepak bola Indonesia berhak menggunakan jasa pemain yang turun di ISL.
"Kami telah memberikan wewenang kepada pelatih Nil Maizar untuk memanggil para pemain baik dari kompetisi ISL maupun IPL. Ini demi persiapan Piala AFF November nanti," ucap Djohar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




