Polisi Didesak Usut Dalang Penyerangan Pabrik di Bekasi
Rabu, 31 Oktober 2012 | 15:13 WIB
Serikat buruh mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dalang di balik penyerangan sejumlah pabrik di Bekasi, Jawa Barat, yang menyebabkan lima buruh terluka berat.
"Kapolres harus bongkar siapa yang mengorganisasi aksi penyerangan tersebut kalau mau hubungan industrial di Bekasi tetap bagus," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, di sela sarasehan nasional untuk mencari model hubungan industrial di Indonesia dan isu perburuhan terkini di Jakarta, Rabu (31/10)
Sebanyak 1.000-an orang yang diduga preman dan warga sekitar menggerebek pabrik Samsung di Bekasi pada Senin (29/10) dan melukai lima orang buruh.
Salah seorang di antaranya menderita luka serius dan kelumpuhan sementara karena kepalanya dihantam balok kayu.
Diduga aksi tersebut berkaitan dengan aktifnya kegiatan buruh menuntut penghapusan sistem kerja kontrak atau outsourcing.
Menurut Iqbal, Polres Bekasi sedang dalam proses menetapkan lima orang sebagai tersangka.
Iqbal mengatakan beberapa anggota penyerang mengakui mereka dibayar Rp100.000 per orang.
"Kalau memang para penyerang adalah cuma warga sekitar yang merasa kepentingannya dirugikan, kenapa ada yang membayar, ini pasti ada yang mengorganisasi," kata Iqbal.
Menurutnya, KSPI sudah mengeluarkan imbauan kepada para buruh di Bekasi untuk tidak membalas aksi penyerangan tersebut.
"Saya minta buruh Bekasi untuk tidak membalas, bawa ke ranah hukum dan laporkan siapa yg menggerakkan para penyerang tersebut," ungkapnya.
Meski mendapat intimidasi, Iqbal mengatakan perjuangan buruh Bekasi akan tetap dilanjutkan dengan dalam koridor Undang-undang.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, turut mengecam aksi penyerangan terhadap buruh tersebut.
"Kita semua tidak setuju dan menolak jika terjadi kekerasan, hal ini sekarang sedang diusut," tukasnya.
"Kapolres harus bongkar siapa yang mengorganisasi aksi penyerangan tersebut kalau mau hubungan industrial di Bekasi tetap bagus," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, di sela sarasehan nasional untuk mencari model hubungan industrial di Indonesia dan isu perburuhan terkini di Jakarta, Rabu (31/10)
Sebanyak 1.000-an orang yang diduga preman dan warga sekitar menggerebek pabrik Samsung di Bekasi pada Senin (29/10) dan melukai lima orang buruh.
Salah seorang di antaranya menderita luka serius dan kelumpuhan sementara karena kepalanya dihantam balok kayu.
Diduga aksi tersebut berkaitan dengan aktifnya kegiatan buruh menuntut penghapusan sistem kerja kontrak atau outsourcing.
Menurut Iqbal, Polres Bekasi sedang dalam proses menetapkan lima orang sebagai tersangka.
Iqbal mengatakan beberapa anggota penyerang mengakui mereka dibayar Rp100.000 per orang.
"Kalau memang para penyerang adalah cuma warga sekitar yang merasa kepentingannya dirugikan, kenapa ada yang membayar, ini pasti ada yang mengorganisasi," kata Iqbal.
Menurutnya, KSPI sudah mengeluarkan imbauan kepada para buruh di Bekasi untuk tidak membalas aksi penyerangan tersebut.
"Saya minta buruh Bekasi untuk tidak membalas, bawa ke ranah hukum dan laporkan siapa yg menggerakkan para penyerang tersebut," ungkapnya.
Meski mendapat intimidasi, Iqbal mengatakan perjuangan buruh Bekasi akan tetap dilanjutkan dengan dalam koridor Undang-undang.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, turut mengecam aksi penyerangan terhadap buruh tersebut.
"Kita semua tidak setuju dan menolak jika terjadi kekerasan, hal ini sekarang sedang diusut," tukasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




