DKI Jakarta Beri Anugerah Adikarya Wisata bagi Industri Pariwisata
Selasa, 4 Desember 2012 | 21:06 WIB
Penghargaan ini diberikan pada 145 entitas bisnis dengan sembilan bidang. Sementara jumlah penerima penghargaan tersebut terbagi dalam 31 kategori.
Untuk semakin meningkatkan pariwisata di DKI Jakarta, setiap tahunnya Pemprov DKI Jakarta memberikan penghargaan tertinggi dari Gubernur DKI yaitu Anugerah Adikarya Wisata.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Arie Budhiman, mengatakan Anugerah Adikarya Wisata diberikan kepada sembilan bidang industri pariwisata. Penghargaan ini diharapkan dapat membangun daya saing perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk dan kinerja bisnisnya.
“Penghargaan ini juga bentuk pembinaan bagi industri pariwisata dan tenaga kerja pariwisata untuk menuju Jakarta sebagai Kota Jasa. Dan meningkatkan daya saing sehingga memiliki kinerja unggul serta memberikan kontribusi bagi pembangunan pariwisata di DKI,” kata Arie, dalam acara Pemberian Anugerah Adikarya Wisata 2012 di Jakarta, hari ini.
Penghargaan ini diberikan pada 145 entitas bisnis dengan sembilan bidang. Sementara jumlah penerima penghargaan tersebut terbagi dalam 31 kategori.
Dalam kategori akomodasi, The Park Lane menjadi pemenang sebagai hotel bintang lima terbaik. Kemudian hotel bintang empat dimenangkan oleh Le Grandeur, dan hotel bintang tiga oleh Grand Asia.
Untuk kategori restoran, Kembang Goela unggul dalam Indonesia fine dining. Sementara untuk Indonesia traditional dining dimenangkan oleh Beautika.
Kategori hiburan dan rekreasi, Immigrant meraih penghargaan sebagai klub/diskotik terbaik.
Marin Tour Indonesia menjadi pemenang dalam kategori biro perjalanan wisata. PT Pacto Convex Niagatama unggul dalam penerapam bisnis MICE. Lalu untuk kategori pusat perbelanjaan, dimenangkan oleh Mal Pasific Place.
Dalam kategori transportasi, Taxiku menjadi perusahaan taksi terbaik di DKI Jakarta, dan Citilink mewakili kategori maskapai penerbangan nasional terbaik. Selain itu, beberapa media massa yakni Warta Kota, Koran Tempo, SCTV, dan Jak TV dinilai mempunyai peran kuat dalam mempromosikan destinasi wisata di DKI.
Deputi Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Sukesti Martono, mengatakan jumlah wisatawan mancanegara ke DKI Jakarta setiap tahunnya tercatat 2,2 juta orang. Sementara wisatawan domestik mencapai 26 juta orang. Penerimaan anggaran daerah yang diperoleh melalui sektor ini mencapai Rp2,5 triliun setiap tahunnya.
“Seharusnya bisa lebih besar lagi jika penghitungan dilakukan lebih teliti. Target jumlah turis harus bisa ditambah 10 persen setiap tahunnya,” katanya.
Melalui pemberiaan penghargaan ini, lanjutnya, seharusnya dapat memacu kompetisi secara sehat di antara pengusaha yang bergerak dalam sektor ini.
Sedangkan Ketua Umum Perhimpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum DKI Jakarta, Adrian Maelite, mengeluhkan masih lemahnya infrastruktur di DKI. Kondisi seperti ini menyebabkan daya tarik wisata di DKI menjadi lemah. Terbukti dari waktu kunjung wisatawan ke DKI cenderung masih sedikit dibandingkan daerah lainnya.
“Saya mengusulkan adanya pengembangan objek wisata belanja dan hiburan. Jenis wisata tersebut tetap menjadi keunggulan di DKI. Jakarta masih unggul dari sisi harga dibandingkan dengan Kuala Lumpur juga Singapura. Banyak wisatawan dari luar sengaja berbelanja ke Jakarta, karena memang lebih murah dari tempat lainnya. Dari sisi tempat-tempat hiburan seperti diskotik, karoke, dan pub juga memiliki daya tarik sendiri,” kata Adrian.
Untuk semakin meningkatkan pariwisata di DKI Jakarta, setiap tahunnya Pemprov DKI Jakarta memberikan penghargaan tertinggi dari Gubernur DKI yaitu Anugerah Adikarya Wisata.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Arie Budhiman, mengatakan Anugerah Adikarya Wisata diberikan kepada sembilan bidang industri pariwisata. Penghargaan ini diharapkan dapat membangun daya saing perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk dan kinerja bisnisnya.
“Penghargaan ini juga bentuk pembinaan bagi industri pariwisata dan tenaga kerja pariwisata untuk menuju Jakarta sebagai Kota Jasa. Dan meningkatkan daya saing sehingga memiliki kinerja unggul serta memberikan kontribusi bagi pembangunan pariwisata di DKI,” kata Arie, dalam acara Pemberian Anugerah Adikarya Wisata 2012 di Jakarta, hari ini.
Penghargaan ini diberikan pada 145 entitas bisnis dengan sembilan bidang. Sementara jumlah penerima penghargaan tersebut terbagi dalam 31 kategori.
Dalam kategori akomodasi, The Park Lane menjadi pemenang sebagai hotel bintang lima terbaik. Kemudian hotel bintang empat dimenangkan oleh Le Grandeur, dan hotel bintang tiga oleh Grand Asia.
Untuk kategori restoran, Kembang Goela unggul dalam Indonesia fine dining. Sementara untuk Indonesia traditional dining dimenangkan oleh Beautika.
Kategori hiburan dan rekreasi, Immigrant meraih penghargaan sebagai klub/diskotik terbaik.
Marin Tour Indonesia menjadi pemenang dalam kategori biro perjalanan wisata. PT Pacto Convex Niagatama unggul dalam penerapam bisnis MICE. Lalu untuk kategori pusat perbelanjaan, dimenangkan oleh Mal Pasific Place.
Dalam kategori transportasi, Taxiku menjadi perusahaan taksi terbaik di DKI Jakarta, dan Citilink mewakili kategori maskapai penerbangan nasional terbaik. Selain itu, beberapa media massa yakni Warta Kota, Koran Tempo, SCTV, dan Jak TV dinilai mempunyai peran kuat dalam mempromosikan destinasi wisata di DKI.
Deputi Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Sukesti Martono, mengatakan jumlah wisatawan mancanegara ke DKI Jakarta setiap tahunnya tercatat 2,2 juta orang. Sementara wisatawan domestik mencapai 26 juta orang. Penerimaan anggaran daerah yang diperoleh melalui sektor ini mencapai Rp2,5 triliun setiap tahunnya.
“Seharusnya bisa lebih besar lagi jika penghitungan dilakukan lebih teliti. Target jumlah turis harus bisa ditambah 10 persen setiap tahunnya,” katanya.
Melalui pemberiaan penghargaan ini, lanjutnya, seharusnya dapat memacu kompetisi secara sehat di antara pengusaha yang bergerak dalam sektor ini.
Sedangkan Ketua Umum Perhimpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum DKI Jakarta, Adrian Maelite, mengeluhkan masih lemahnya infrastruktur di DKI. Kondisi seperti ini menyebabkan daya tarik wisata di DKI menjadi lemah. Terbukti dari waktu kunjung wisatawan ke DKI cenderung masih sedikit dibandingkan daerah lainnya.
“Saya mengusulkan adanya pengembangan objek wisata belanja dan hiburan. Jenis wisata tersebut tetap menjadi keunggulan di DKI. Jakarta masih unggul dari sisi harga dibandingkan dengan Kuala Lumpur juga Singapura. Banyak wisatawan dari luar sengaja berbelanja ke Jakarta, karena memang lebih murah dari tempat lainnya. Dari sisi tempat-tempat hiburan seperti diskotik, karoke, dan pub juga memiliki daya tarik sendiri,” kata Adrian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




