Hasil Kongres PSSI di Palangkaraya Diklaim Sah
Senin, 10 Desember 2012 | 17:44 WIB
KLB diselenggarakan di lobi hotel karena tak mendapat izin dari Pemerintah.
Peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menilai hasil kegiatan yang diselenggarakan hari ini di Palangkaraya dan dipimpin Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, tersebut sah sesuai dengan statuta.
"Sesuai dengan statuta, kongres ini kami anggap sah. Kongres tersebut dihadiri 97 anggota PSSI, selain itu kegiatan itu juga dihadiri perwakilan FIFA dan AFC sebagai peninjau," kata peserta KLB PSSI dari Klub Bontang FC, Udin Mulyono, di Palangka Raya, hari ini.
KLB PSSI itu memutuskan membatalkan MoU dengan KPSI dan membubarkan Joint Committee (JC).
MOU yang dibatalkan tersebut berisi kesepakatan untuk penyelesaian tiga hal utama, yaitu perubahan statuta, pengembalian empat anggota Komite Eksekutif PSSI yang dipecat dengan syarat meminta maaf dan diberi waktu satu bulan, serta penyatuan liga.
Menurut Udin, terkait dengan masalah yang lain hal itu tidak perlu dibahas, seperti kongres yang tidak mendapatkan izin dari pemerintah pusat.
"Yang penting itu proses dan aturan kongres yang harus dilaksanakan, terkait dengan lokasinya hanya di lobbi hotel itu tidak masalah," katanya.
Sementara itu, peserta dari Pengurus PSSI Maluku Utara, Adam, mengungkapkan pihaknya memiliki kepentingan agar sepak bola Indonesia tidak mendapatkan hukuman dari FIFA. Pemerintah menurutnya seharusnya dapat memikirkan hal tersebut, karena ini demi kepentingan orang banyak.
Senada dengan Adam, peserta Kongres dari Kaltim dan NTT juga mengharapkan semua pihak dan tidak hanya pemerintah untuk dapat menyelamatkan sepak bola Indonesia. Meski demikian, pihaknya yakin Indonesia tidak akan mendapatkan sanksi karena semua sudah sesuai statuta.
Sebanyak 97 orang pemilik suara (voter) dan ratusan pengurus PSSI dari provinsi serta klub sepak bola berkumpul di lobi mengikuti KLB yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, di dampingi Sekretaris Jenderal Halim Mahfudz.
Panitia Lokal KLB PSSI, Tuty Dau, mengaku sangat kecewa dengan pemerintah pusat yang tidak memberikan rekomendasi atau izin atas kegiatan tersebut.
"Saya merasa sangat kecewa, namun saya tetap bangga KLB dapat tetap berjalan meski di lokasi yang tidak seharusnya dan dapat terlaksanakan dengan lancar," kata Tuti.
Peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menilai hasil kegiatan yang diselenggarakan hari ini di Palangkaraya dan dipimpin Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, tersebut sah sesuai dengan statuta.
"Sesuai dengan statuta, kongres ini kami anggap sah. Kongres tersebut dihadiri 97 anggota PSSI, selain itu kegiatan itu juga dihadiri perwakilan FIFA dan AFC sebagai peninjau," kata peserta KLB PSSI dari Klub Bontang FC, Udin Mulyono, di Palangka Raya, hari ini.
KLB PSSI itu memutuskan membatalkan MoU dengan KPSI dan membubarkan Joint Committee (JC).
MOU yang dibatalkan tersebut berisi kesepakatan untuk penyelesaian tiga hal utama, yaitu perubahan statuta, pengembalian empat anggota Komite Eksekutif PSSI yang dipecat dengan syarat meminta maaf dan diberi waktu satu bulan, serta penyatuan liga.
Menurut Udin, terkait dengan masalah yang lain hal itu tidak perlu dibahas, seperti kongres yang tidak mendapatkan izin dari pemerintah pusat.
"Yang penting itu proses dan aturan kongres yang harus dilaksanakan, terkait dengan lokasinya hanya di lobbi hotel itu tidak masalah," katanya.
Sementara itu, peserta dari Pengurus PSSI Maluku Utara, Adam, mengungkapkan pihaknya memiliki kepentingan agar sepak bola Indonesia tidak mendapatkan hukuman dari FIFA. Pemerintah menurutnya seharusnya dapat memikirkan hal tersebut, karena ini demi kepentingan orang banyak.
Senada dengan Adam, peserta Kongres dari Kaltim dan NTT juga mengharapkan semua pihak dan tidak hanya pemerintah untuk dapat menyelamatkan sepak bola Indonesia. Meski demikian, pihaknya yakin Indonesia tidak akan mendapatkan sanksi karena semua sudah sesuai statuta.
Sebanyak 97 orang pemilik suara (voter) dan ratusan pengurus PSSI dari provinsi serta klub sepak bola berkumpul di lobi mengikuti KLB yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, di dampingi Sekretaris Jenderal Halim Mahfudz.
Panitia Lokal KLB PSSI, Tuty Dau, mengaku sangat kecewa dengan pemerintah pusat yang tidak memberikan rekomendasi atau izin atas kegiatan tersebut.
"Saya merasa sangat kecewa, namun saya tetap bangga KLB dapat tetap berjalan meski di lokasi yang tidak seharusnya dan dapat terlaksanakan dengan lancar," kata Tuti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




