Meski Lolos Sanksi FIFA, Posisi Indonesia Belum Aman
Jumat, 14 Desember 2012 | 22:05 WIB
Gugus Tugas (Task Force) telah meminta pemerintah untuk mendesak kedua pihak untuk menyelesaikan masalah secepat mungkin.
Indonesia boleh kembali berlega hati, setelah FIFA memutuskan untuk menunda pemberian sanksi dan memberikan waktu tiga bulan sampai Maret untuk menyelesaikan kisruh sepak bola nasional.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) FIFA yang digelar di Tokyo, Jumat (14/12) ini.
Ketua Gugus Tugas (Task Force) Penyelesaian Konflik Sepak Bola Nasional, Rita Subowo, pun mengatakan bahwa dirinya telah mengucapkan terima kasih kepada Presiden FIFA, Sepp Blatter, atas tidak adanya sanksi itu.
"Saya sudah mengucapkan terima kasih kepada Blatter karena mendukung terus," ujar Rita yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ini.
Namun demikian, lanjut Rita, Indonesia masih belum sepenuhnya terlepas dari ancaman sanksi. Pasalnya, sumber kekisruhan masih belum juga terselesaikan.
"Memang sudah nggak di-suspend, tapi tidak menyelesaikan masalahnya. Masalahnya bukan di-suspend atau tidak. Masalahnya adalah dualisme. Kalau PSSI mampu menguasai semua, kan nggak ada dualisme," tegas Rita.
Untuk itu, Rita mengaku telah melakukan sejumlah langkah demi menyelesaikan masalah, termasuk bertemu dengan dua tokoh yang berada di balik pertikaian ini, yaitu Nirwan Bakrie dan Arifin Panigoro.
"Karena, masalahnya kan di mereka. Saya minta mereka buat matrix, apa yang bisa diselesaikan, apa yang secara prinsip mereka tidak bisa. Jadi permasalahan makin kecil. Kita mulai dari situ. Apa yang bisa diselesaikan, silakan diselesaikan," tuturnya.
Selain itu, Rita juga meminta FIFA atau AFC untuk membantu menyelesaikan masalah ini. "Jangan cuma bilang di-suspend atau tidak. Karena kita inginnya dikasih guidance untuk menyelesaikan masalah," tambahnya pula.
Permintaan Rita itu pun disambut baik oleh AFC. Acting President AFC, Zhang Jilong, kabarnya telah menghubungi Rita untuk mengabarkan kunjungannya yang direncanakan bulan Januari mendatang.
"Presiden AFC sudah menelepon saya. Januari mau datang ke sini. Dia mau ketemu. Mungkin dengan kedatangan AFC nanti, bisa lebih fokus dengan memberikan guidance. Karena dua pihak yang bertikai nggak akan selesai kalau tidak langsung diawasi," imbuh Rita.
Selanjutnya, Rita mengatakan bahwa Gugus Tugas sendiri meminta pemerintah untuk mendesak kedua pihak tersebut menyelesaikan masalah secepat mungkin. Dia sendiri mengaku siap membantu menyelesaikan masalah sesuai dengan yang diamanatkan pemerintah.
"Kita lihat, apakah (Gugus Tugas) masih dibutuhkan. Kalau masih, kita siap aja. Tapi kalau tidak, syukur alhamdulillah. Kita bisa konsentrasi ke yang lain," ungkap Rita pula.
"Saya sebagai Ketua NOC (KOI) inginnya cepat selesai. Karena kalau tidak, Maret nanti saya dipanggil lagi. Capek juga," tambahnya.
Indonesia boleh kembali berlega hati, setelah FIFA memutuskan untuk menunda pemberian sanksi dan memberikan waktu tiga bulan sampai Maret untuk menyelesaikan kisruh sepak bola nasional.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) FIFA yang digelar di Tokyo, Jumat (14/12) ini.
Ketua Gugus Tugas (Task Force) Penyelesaian Konflik Sepak Bola Nasional, Rita Subowo, pun mengatakan bahwa dirinya telah mengucapkan terima kasih kepada Presiden FIFA, Sepp Blatter, atas tidak adanya sanksi itu.
"Saya sudah mengucapkan terima kasih kepada Blatter karena mendukung terus," ujar Rita yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ini.
Namun demikian, lanjut Rita, Indonesia masih belum sepenuhnya terlepas dari ancaman sanksi. Pasalnya, sumber kekisruhan masih belum juga terselesaikan.
"Memang sudah nggak di-suspend, tapi tidak menyelesaikan masalahnya. Masalahnya bukan di-suspend atau tidak. Masalahnya adalah dualisme. Kalau PSSI mampu menguasai semua, kan nggak ada dualisme," tegas Rita.
Untuk itu, Rita mengaku telah melakukan sejumlah langkah demi menyelesaikan masalah, termasuk bertemu dengan dua tokoh yang berada di balik pertikaian ini, yaitu Nirwan Bakrie dan Arifin Panigoro.
"Karena, masalahnya kan di mereka. Saya minta mereka buat matrix, apa yang bisa diselesaikan, apa yang secara prinsip mereka tidak bisa. Jadi permasalahan makin kecil. Kita mulai dari situ. Apa yang bisa diselesaikan, silakan diselesaikan," tuturnya.
Selain itu, Rita juga meminta FIFA atau AFC untuk membantu menyelesaikan masalah ini. "Jangan cuma bilang di-suspend atau tidak. Karena kita inginnya dikasih guidance untuk menyelesaikan masalah," tambahnya pula.
Permintaan Rita itu pun disambut baik oleh AFC. Acting President AFC, Zhang Jilong, kabarnya telah menghubungi Rita untuk mengabarkan kunjungannya yang direncanakan bulan Januari mendatang.
"Presiden AFC sudah menelepon saya. Januari mau datang ke sini. Dia mau ketemu. Mungkin dengan kedatangan AFC nanti, bisa lebih fokus dengan memberikan guidance. Karena dua pihak yang bertikai nggak akan selesai kalau tidak langsung diawasi," imbuh Rita.
Selanjutnya, Rita mengatakan bahwa Gugus Tugas sendiri meminta pemerintah untuk mendesak kedua pihak tersebut menyelesaikan masalah secepat mungkin. Dia sendiri mengaku siap membantu menyelesaikan masalah sesuai dengan yang diamanatkan pemerintah.
"Kita lihat, apakah (Gugus Tugas) masih dibutuhkan. Kalau masih, kita siap aja. Tapi kalau tidak, syukur alhamdulillah. Kita bisa konsentrasi ke yang lain," ungkap Rita pula.
"Saya sebagai Ketua NOC (KOI) inginnya cepat selesai. Karena kalau tidak, Maret nanti saya dipanggil lagi. Capek juga," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




