6 Klub Tunggak Gaji Pemain, Polisi Diminta Awasi LSI
Selasa, 15 Januari 2013 | 16:59 WIB
IPW: Rata-rata setiap klub LSI terancam defisit hingga Rp8 miliar di akhir musim nanti.
Di tengah serunya pergelaran Liga Super Indonesia (LSI), ditengarai ada setidaknya enam klub yang menunggak pembayaran gaji pemain di musim 2012 sehingga polisi didesak turun tangan.
Menurut lembaga swadaya masyarakat Indonesia Police Watch (IPW), keterlibatan polisi dibutuhkan karena soal pembayaran gaji ini merupakan salah satu syarat hingga Polri mengeluarkan ijin keramaian bagi LSI.
Koordinator IPW Neta Pane mengatakan hingga LSI 2013 digelar, masih ada enam klub yang menunggak gaji pemain yakni Persija belum membayar senilai lima bulan gaji, PSPS Pekanbaru 10 bulan, Persisafon sembilan bulan, PSMS Medan delapan bulan, Persela tujuh bulan, dan Deltras enam bulan.
“Mabes Polri harus segera memanggil Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Badan Liga Indonesia (BLI) untuk mengklarifikasi sudah sejauh mana tunggakan gaji pemain bola di klub-klub LSI dibayarkan,” kata Neta dalam pernyataannya yang dikirim ke Beritasatu.com.
Sementara untuk kompetisi 2013 ternyata klub-klub LSI baru membayar sekitar Rp25 juta dari kontrak yg disepakati antara Rp500 juta sampai Rp1,2 miliar, tambahnya. Sejauh ini belum ada kepastian proses pembayaran sisanya.
Neta memprediksi masalah gaji pemain ini akan tetap berkepanjangan dan harus diantisipasi Polri agar tidak menjadi gejolak atau konflik.
“Sebab, dari pendataan yg dilakukan IPW, masing-masing klub mendapat bantuan dari BLI Rp3 miliar. Sementara, hasil penjualan tiket tiap bulan jika penontonnya penuh, klub mendapat Rp500 juta,” kata dia.
Dijelaskannya jika pendapatan tiket dikali 17 pertandingan selama LSI 2013 maka klub hanya memperoleh Rp8,5 miliar. Padahal biaya klub untuk satu musim kompetisi antara Rp20 miliar sampai Rp25 miliar.
“Artinya, rata-rata klub akan defisit antara Rp8 miliar sampai Rp10 miliar. Defisit ini hanya bisa tertutupi jika klub mendapatkan sponsor. Faktanya hingga kini hanya Persib Bandung yang baru berhasil mendapatkan sponsor,” jelas Neta.
Agar bisa lebih dini mengatasi masalah tunggakan gaj pemain, Polri, Menteri Pemuda dan Olahraga dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi perlu segera duduk bersama BOPI dan BLI untuk meminta klarifikasi, kata Neta.
“Agar perbudakan gaya baru ataupun penipuan di sepakbola nasional bisa dihindarkan. Jika soal gaji ini tidak dituntaskan bukan mustahil pertandingan LSI akan menjadi arena perjudian terselubung dan suap menyuap yg membuat kemarahan suporter,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BOPI dan BLI belum bisa dihubungi untuk keterangan mereka.
Persoalan gaji pemain ini menjadi keprihatinan nasional ketika pesepakbola asal Paraguay, Diego Mendieta, meninggal karena sakit dan tak bisa mendapatkan perawatan yang layak karena belum digaji oleh klubnya Persis Solo, yang tidak terkait LSI.
Di tengah serunya pergelaran Liga Super Indonesia (LSI), ditengarai ada setidaknya enam klub yang menunggak pembayaran gaji pemain di musim 2012 sehingga polisi didesak turun tangan.
Menurut lembaga swadaya masyarakat Indonesia Police Watch (IPW), keterlibatan polisi dibutuhkan karena soal pembayaran gaji ini merupakan salah satu syarat hingga Polri mengeluarkan ijin keramaian bagi LSI.
Koordinator IPW Neta Pane mengatakan hingga LSI 2013 digelar, masih ada enam klub yang menunggak gaji pemain yakni Persija belum membayar senilai lima bulan gaji, PSPS Pekanbaru 10 bulan, Persisafon sembilan bulan, PSMS Medan delapan bulan, Persela tujuh bulan, dan Deltras enam bulan.
“Mabes Polri harus segera memanggil Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Badan Liga Indonesia (BLI) untuk mengklarifikasi sudah sejauh mana tunggakan gaji pemain bola di klub-klub LSI dibayarkan,” kata Neta dalam pernyataannya yang dikirim ke Beritasatu.com.
Sementara untuk kompetisi 2013 ternyata klub-klub LSI baru membayar sekitar Rp25 juta dari kontrak yg disepakati antara Rp500 juta sampai Rp1,2 miliar, tambahnya. Sejauh ini belum ada kepastian proses pembayaran sisanya.
Neta memprediksi masalah gaji pemain ini akan tetap berkepanjangan dan harus diantisipasi Polri agar tidak menjadi gejolak atau konflik.
“Sebab, dari pendataan yg dilakukan IPW, masing-masing klub mendapat bantuan dari BLI Rp3 miliar. Sementara, hasil penjualan tiket tiap bulan jika penontonnya penuh, klub mendapat Rp500 juta,” kata dia.
Dijelaskannya jika pendapatan tiket dikali 17 pertandingan selama LSI 2013 maka klub hanya memperoleh Rp8,5 miliar. Padahal biaya klub untuk satu musim kompetisi antara Rp20 miliar sampai Rp25 miliar.
“Artinya, rata-rata klub akan defisit antara Rp8 miliar sampai Rp10 miliar. Defisit ini hanya bisa tertutupi jika klub mendapatkan sponsor. Faktanya hingga kini hanya Persib Bandung yang baru berhasil mendapatkan sponsor,” jelas Neta.
Agar bisa lebih dini mengatasi masalah tunggakan gaj pemain, Polri, Menteri Pemuda dan Olahraga dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi perlu segera duduk bersama BOPI dan BLI untuk meminta klarifikasi, kata Neta.
“Agar perbudakan gaya baru ataupun penipuan di sepakbola nasional bisa dihindarkan. Jika soal gaji ini tidak dituntaskan bukan mustahil pertandingan LSI akan menjadi arena perjudian terselubung dan suap menyuap yg membuat kemarahan suporter,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BOPI dan BLI belum bisa dihubungi untuk keterangan mereka.
Persoalan gaji pemain ini menjadi keprihatinan nasional ketika pesepakbola asal Paraguay, Diego Mendieta, meninggal karena sakit dan tak bisa mendapatkan perawatan yang layak karena belum digaji oleh klubnya Persis Solo, yang tidak terkait LSI.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




