Belum Ada Kaitan Penemuan Ratusan Peluru dengan Terorisme

Selasa, 26 Februari 2013 | 19:28 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: B1
Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi, Rikwanto
Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi, Rikwanto (Antara)

Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, menuturkan belum diketahui apakah penemuan 500 butir peluru berhubungan dengan kegiatan terorisme.

"Belum sampai ke arah sana ya (teroris). Kita belum tahu peluru itu untuk apa," ujar Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/2).

Dikatakan Rikwanto, paket ilegal bertuliskan spare part itu rencana akan dikirim kepada Wiwit Susanto di Jalan A Gatis, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan Tanjung Selor, Kalimantan Timur. Dari keterangan si penerima paket, diketahui ternyata memang dirinya sedang menunggu sebuah paket berisikan spare part kendaraan.

"Dia memang mengaku menunggu sebuah paket. Tapi paket yang akan diterimanya itu berisi spare part, sesuai dengan tulisan di bagian luar kardus," tambahnya.

Berdasarkan pemeriksaan, kata Rikwanto, diketahui peluru tersebut merupakan peluru untuk senjata api laras panjang. "Peluru itu untuk senjata laras panjang," ungkapnya.

Selain menunggu perkembangan penyidikan, sambung Rikwanto, petugas Polsek Pulogadung dan Polres Jakarta Timur, sudah meminta keterangan empat petugas TIKI dari kantor pusat maupun cabang Palmerah.

Rikwanto pun berharap, pengelola jasa pengiriman barang bisa lebih teliti memeriksa dan waspada terhadap semua paket barang yang diterima. Pasalnya, pengiriman seperti ini bisa dimanfaatkan pelaku pengedar narkoba, perakitan senjata, bahan peledak, dan lainnya.

"Sebaiknya pihak jasa pengiriman bisa lebih teliti terhadap isi dan alamat pengirim. Kami apresiasi atas penemuan ini," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, perusahaan pengiriman barang PT TIKI Jalan Pemuda Kavling 710-711, Kelurahan Jati, Pulogadung, Jakarta, menemukan 500 butir peluru kaliber 5,3 mm, dalam paket berbentuk kardus, Senin (25/2), sekitar pukul 15.30.

Awalnya saksi atas nama Suharto menemukan paket mencurigakan terbungkus kardus dan dilakban hitam. Kemudian, penemuan itu dilaporkan ke polisi. Setelah dibuka, ternyata paket tersebut berisi 25 dus peluru tajam. Setiap dusnya, ada 20 butir peluru kaliber 5,3 mm.

Dalam kardus itu, tertulis ditujukan kepada bapak Wiwit Susanto dengan alamat Jalan A. Gatis Tanjung Selor, Bulungan Tanjung Selor, Kalimantan Timur. Sedangkan pengirim atas nama bapak Frans, alamat Jakarta. Berdasarkan keterangan saksi, paket itu diterima TIKI Pulogadung dari TIKI Palmerah pada 21 Februari 2013.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon