Ahok Tak Tahu Dua Pejabat DKI Maju Pilkada

Kamis, 28 Februari 2013 | 17:27 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Wakil Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Wakil Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (ANTARA FOTO/ANTARA FOTO)

Jakarta - Terhadap adanya dua pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta yang mencalonkan diri dalam pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) di daerah lain, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

Untuk diketahui, kedua PNS yang turut serta dalam pemilukada daerah lain itu, yang pertama adalah Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Pusat, Zaenal Soleman, yang menjadi Calon Gubernur (Cagub) Maluku Utara pada pilgub yang akan berlangsung bulan Juli nanti. Yang kedua, ada pula Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Junaedi, yang mencalonkan diri sebagai Calon Walikota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Basuki Tjahaja Purnama mengaku belum mengetahui bahwa dua pejabat tersebut akan maju dalam pemilukada di Maluku Utara dan Bima. Sebab menurutnya, dua pejabat tersebut belum melaporkan hal itu kepada dirinya secara langsung.

"Saya tidak tahu. Mungkin mereka langsung melaporkan diri ke Gubernur kali, ya. Yang pasti, belum ada laporan ke saya. Jadi, saya nggak tahu," kata sosok yang akrab disapa Ahok ini, di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (28/2).

Menurut Ahok, berdasarkan persyaratan untuk mendaftarkan diri menjadi calon kepala daerah, pejabat tersebut harusnya membawa surat izin dari atasannya yang menyatakan dia diizinkan mengikuti proses pencalonan kepala daerah. Bila tidak ada surat izin tersebut, biasanya Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) akan menolak pencalonan.

Kendati demikian, Ahok mengaku mendukung kedua pejabat tersebut maju sebagai calon kepala daerah di Maluku Utara dan NTB. "Ya, bagus dong," tukasnya pendek.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Pusat, Zaenal Soleman sendiri, menyatakan dirinya siap maju sebagai cagub Maluku Utara pada pilgub yang akan berlangsung Juli nanti. Dia mengaku akan maju melalui jalur partai politik dan tidak melalui jalur independen.

"Saya mau maju menjadi calon gubernur dalam Pilgub Maluku Utara, karena didorong oleh masyarakat Maluku dari tujuh kabupaten dan dua kota. Saya mau maju melalui jalur partai, tidak dari jalur independen," kata Zaenal.

Zaenal mengklaim, dirinya didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, Partai Gerindra, serta Partai Bulan Bintang. Namun semuanya menurutnya diserahkan kepada keputusan partai politik tersebut, karena semua ini masih dalam tahap awal.

Mengenai statusnya yang saat ini masih menjadi PNS eselon III di Pemprov DKI, Zaenal mengaku masih sedang mempelajari mekanisme dan aturan hukum pencalonan diri seorang PNS dalam pemilihan kepada daerah. Bila aturannya mengharuskan dirinya cuti, maka dia akan mengajukan cuti kepada atasannya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon