Sejumlah Sapi di Blitar Terjangkit Penyakit LSD
Selasa, 7 Maret 2023 | 11:05 WIB
Blitar, Beritasatu.com - Sejumlah ternak sapi di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, terkena penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Penyakit ini rentan menyerang sapi dan kerbau yang disebabkan oleh Virus Lumpy Skin Disease genus Capripoxvirus yang termasuk dalam keluarga Poxvirus (FAO, 2021).
Penyakit ini kadang disebut dengan cacar yang menyerang pada sapi dan kerbau dan menyebabkan kecacatan permanen di tubuh ternak.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Nanang Miftahudin mengemukakan temuan penyakit LSD pada ternak sapi di Kabupaten Blitar kini semakin banyak. Total ada sembilan ekor yang tersebar di lima kecamatan wilayah kabupaten ini.
"Untuk Kabupaten Blitar yang saat ini kami ada lima titik lokasi dengan sembilan ekor sapi. Kasus pertama di Gandusari dan Talun, kini sudah sembuh. Kasus baru di Binangun, Wonotirto," katanya kepada wartawan, Selasa (7/3/2023).
Ia menyebut, mitigasi sudah dilakukan sejak awal laporan kasus tersebut. Salah satu yang dilakukan adalah dengan vaksinasi pada ternak, sehingga penyakit ini tidak menyebar.
Menurut dia, sebenarnya penyakit LSD ini tingkat kematiannya rendah. Namun, setelah sembuh pun tetap akan ada masalah pada ternak terjadi kecacatan. "Untuk LSD ini tingkat kematian rendah. Tapi, secara spesifik tetap akan muncul pascasembuh. Ibaratnya secara global cacat pada sapi," kata dia.
Ia pun menambahkan, tingkat penularan virus ini juga tergolong lambat. Bahkan, diperlukan vektor jika penyakit ini menyebar seperti nyamuk, lalat, hingga caplak.
"Penularannya lambat, berbeda dengan PMK (penyakit mulut dan kuku) dan penularannya pun lewat vektor atau hewan lain seperti nyamuk, lalat, caplak. Kalau di manusia seperti demam berdarah," jelasnya.
Sementara itu, vaksinasi juga terus dilakukan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Blitar ke sekitar ternak sapi yang terjangkit. Saat terkena, kulit sapi akan nampak seperti ada gelembung-gelembung mirip dengan penyakit cacar. Hal ini berdampak pada turunnya harga sapi peternak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




