Karimunjawa Tercemar, Wisman Keluhkan Gatal-gatal Usai Berenang
Senin, 8 Mei 2023 | 15:10 WIB
Menurut Saroni, kejadian tersebut yang mulai dikeluhkan pelaku wisata hingga masyarakat setempat mengarah pada dugaan pembuangan limbah budi daya udang yang terus bertambah menjadi sekitar 33 titik dan 280 kotak di Karimunjawa.
Dimana waktu itu warga mulai curiga atas lumut di pantai, tanaman laut mati, budidaya rumput laut gagal total, hingga ikan pantai pun sudah sulit ditemui.
"Dugaannya tambak udang varame. Disini kita kesimpulan bahwa ini penyebab limbah dari air pembuangan itu tadi yang mengandung zat cair dan zat padat kimianya," jelasnya.
Sementara, Staf Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II, Kristiawan saat ditemui dikantornya menyebut, sudah banyak aduan warga terkait keluhan pencemaran air di Karimunjawa. Taman Nasional Karimunjawa sudah bekerjasama dengan sejumlah pihak terkait untuk penindakan lebih lanjut atas dugaan limbah udang.
Dalam temuannya, memang ada pipa inlet dari tanaman bakau menuju ke laut. Bahkan sejumlah terumbu karang rusak di Karimunjawa bagian barat. Namun, pihaknya masih dalam melakukan pengkajian lebih lanjut apakah penyakit atau dampak pembuangan limbah yang diduga dari tambak udang.
"Beberapa titik memang pipa inlednya menempel pada karang bercabang. Kalau lumut penyakit karang akan dikaji lebih lanjut oleh pihak berwajib yang lebih tahu. Tidak boleh mengganti dan menambah pipa inlet yang sudah ada sampai pengumpulan data informasi yang dilakukan oleh Dirjen Gakkum lebih lanjut," imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




