ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Anggaran Toilet SD Rp 500 Juta, Akademisi: Uang Itu Cukup Untuk Bangun 4 Sekolah di Sumenep

Rabu, 5 Juli 2023 | 22:46 WIB
DB
R
Penulis: Didik Setia Budi | Editor: RZL
SDN Lalangon 1 salah satu sekolah dasar negeri di Sumenep yang memiliki toilet viral senilai Rp 125 Juta.
SDN Lalangon 1 salah satu sekolah dasar negeri di Sumenep yang memiliki toilet viral senilai Rp 125 Juta. (Beritasatu.com/Didik Setia Budi)

Sumenep, Beritasatu.com - Anggaran fantastis yang dikucurkan dalam pembangunan empat toilet sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur turut membuat kalangan akademisi geleng-geleng kepala. Pasalnya, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Sumenep, nilai proyek pembangunan empat toilet mencapai Rp 500 juta.

Kritik terhadap pembangunan toilet di SD Sumenep yang menghabiskan biaya sebesar Rp 125 juta per toilet disampaikan oleh kalangan akademisi. Angka fantastis tersebut, yang setara dengan setengah miliar, dianggap sebagai tindakan pemborosan anggaran APBD.

"Uang sebesar Rp125 Juta tersebut dapat digunakan untuk membangun satu sekolah dasar di pulau. Jika ada 4 toilet, artinya biaya tersebut dapat mencukupi untuk membangun 4 sekolah dasar. Saya prihatin dengan penggunaan anggaran seperti ini," ungkap Muhammad Hidayaturrahman, akademisi dari Universitas Wiraraja Sumenep kepada Beritasatu.com, Rabu (5/7/2023).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Hidayaturrahman menekankan bahwa Dinas Pendidikan setempat harus peka terhadap kebutuhan primer dan sekunder dalam dunia pendidikan Sumenep.

"Jangan sampai biaya yang dikeluarkan untuk tempat buang hajat lebih besar daripada biaya yang dialokasikan untuk tempat siswa menyerap pengetahuan, seperti perpustakaan dan fasilitas literasi siswa," tambahnya.

Menyikapi viralnya toilet dengan harga ratusan juta ini, Mito seorang pemborong proyek pedesaan di Sumenep mengungkapkan bahwa spesifikasi toilet yang dibangun di empat sekolah tersebut sangat mahal.

"Seperti yang terlihat di SDN Lalangon 1, keramiknya memiliki warna-warni yang tidak seragam, penggunaan ember dan gayung plastik, pintu dan kloset standar, serta westafel yang harganya tidak sampai sejuta. Seharusnya, dana sebesar 50 juta sudah mencukupi. Dari situ, saya sudah mendapatkan keuntungan dari anggaran 50 juta," jelas Mito.

Diketahui, meski menelan anggaran fantastis, faktanya kondisi toilet itu jauh dari nilai pembangunannya. Nono, penjaga SDN Lalangon 1 mengatakan empat kamar mandi itu hanya menggunakan ember, tak berbeda dengan toilet umum biasanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jepang Kembangkan Toilet Canggih yang Bisa Analisis Tinja

Jepang Kembangkan Toilet Canggih yang Bisa Analisis Tinja

EKONOMI
Main Ponsel di Toilet Picu Risiko Ambeien Naik 46 Persen

Main Ponsel di Toilet Picu Risiko Ambeien Naik 46 Persen

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon