Kronologi Helikopter BNPB Mendarat Darurat di Kotawaringin Barat
Kamis, 27 Juli 2023 | 09:46 WIB
Kotawaringin Barat, Beritasatu.com - Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat mengalami masalah saat melintas di Kelurahan Mendawai Sebrang, Kecamatan Arut Selatan, Kilometer 8, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pada Rabu (26/7/2023) sore.
Helikopter BNPB Mi-8 dengan nomor registrasi EX-08042 melakukan pendaratan darurat di Lahan Gambut sekitar Pukul 15.00 WIB. Danlanud Iskandar Pangkalan Bun, Letkol Pnb Widi Nugroho saat dikonfirmasi membenarkan adanya sebuah helikopter milik BNPB yang melakukan pendaratan darurat di wilayah Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan.
Pihaknya pun telah mengirim tim dari TNI Angkatan Udara (TNI-AU) Lanud Iskandar Pangkalan Bun untuk ke lokasi membantu proses evakuasi.
Semetara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat, Syahruni saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya peristiwa ini.
Dalam keterangannya dikutip Kamis (27/7/2023), Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan insiden tersebut bermula saat pilot merasakan adanya gangguan vibration atau getaran ketika melakukan penerbangan dari Palembang menuju Pangkalan Bun.
Pilot kemudian memutuskan landing di any open area (AOA) atau area terbuka guna dilakukan pengecekan oleh engineer yang turut serta dalam penerbangan tersebut. Adapun pendaratan di area terbuka (landing AOA) merupakan keputusan pilot jika helikopter terhalang oleh cuaca buruk atau terdapat gangguan, sehingga harus dilakukan pengecekan dan perbaikan di tempat sebelum melanjutkan penerbangan kembali ke tujuan.
Seusai dilakukan pengecekan lebih lanjut, Helikopter tipe Mi8 MTV1 itu dipastikan tidak mengalami kerusakan. Seluruh pilot serta kru juga dipastikan dalam kondisi selamat setelah helikopter mendarat dengan sempurna.
Namun, karena bidang landasan tidak kuat menahan beban helikopter, maka terlihat roda bagian depan amblas. Saat ini helikopter masih menunggu tambahan bahan bakar untuk melakukan ground run (engine running) dan melanjutkan penerbangan ke Lanud Pangkalan Bun.
Adapun helikopter dengan nomor registrasi EX-08042 itu akan digunakan untuk pelaksanaan water bombing sebagai upaya penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan. Selain water bombing, BNPB juga menerjunkan helikopter lain untuk patroli. Bencana karhutla di wilayah Kalimantan Selatan sendiri telah mencapai 1.552 titik menurut data yang dihimpun sejak 24 Juni hingga 24 Juli 2023.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB





