Niat Menolong Warga yang Dikeroyok, Kades di Gresik Ini Malah Dipolisikan
Kamis, 3 Agustus 2023 | 13:38 WIB
Gresik, Beritasatu.com – Niat baik Hadi Sanjaya, Kepala Desa (Kades) Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik untuk menolong warga yang dikeroyok malah berbuntut panjang.
Hadi dilaporkan ke polisi atas dugaan pemukulan terhadap warga bernama SA (35). Padahal, saat itu Kades Hadi berniat menyelamatkan SA dari amuk massa.
Peristiwa ini bermula ketika terjadi pertikaian antara SA dengan dua bersaudara yakni KS (35) dan AG (25). SA adalah korban pemukulan dan pengeroyokan oleh KS dan AG. Pengeroyokan itu dipicu karena KS dan AG tersinggung dengan ulah SA yang menggeber knalpot mobilnya dengan keras saat melintasi rumah KS pada 26 Juni lalu sekitar pukul 21.00 WIB.
Mendengar kejadian yang dialami warganya malam itu, Kades Hadi dan warga lalu membawa SA ke balai desa. Hal itu dilakukan sebagai upaya mendamaikan SA dengan KS dan AG agar persoalan tersebut tidak berlanjut ke aparat penegak hukum.
Namun, upaya damai yang digagas Kades Hadi gagal karena SA selalu ngotot dan kerap berkata kasar. SA bahkan mengeluarkan sumpah serapah saat dipertemukan dengan KS dan AG. Akibatnya, warga yang mengikuti mediasi ikut geram dan merangsek masuk ke ruang mediasi untuk mengeroyok SA.
Sebelum terjadi amuk massa yang lebih besar, SA lantas diamankan dengan cara dipindahkan ke ruangan lain. Saat suasana panik itulah salah satu tangan Kades Hadi kemungkinan membentur kepala SA sehingga dianggap ikut memukul korban. Suasana saat itu mulai kondusif setelah aparat dari Polsek Cerme tiba di balai desa, tempat mediasi digelar. SA kemudian dibawa aparat ke Puskesmas Cerme untuk dilakukan perawatan intensif.
Mengenai laporan yang ditujukan terhadapnya, Kades Hadi membantah terlibat pemukulan terhadap SA.
"Justru saya yang melerai dan melindungi SA dari amukan warga yang emosi terhadap dia yang selama ini dianggap berperilaku buruk," ujar Hadi, Kamis (3/8/2023).
Bantahan itu disampaikan Hadi setelah dirinya ikut dilaporkan ke polisi sebagai pelaku pengeroyokan terhadap SA.
"Suasana saat itu memang sudah kacau, warga sudah merangsek masuk dan ingin memukuli SA. Dan, kami sebagai mediator sudah kewalahan menahan warga. Saya dibantu staf lalu segera mengamankan SA ke ruangan lain agar tidak menjadi bulan-bulanan warga," ungkap Hadi menceritakan ulang kejadian mediasi yang gagal dia lakukan waktu itu.
BACA JUGA
Kasus Pengeroyokan Pemuda hingga Tewas Terekam CCTV, Polisi Dalami Dugaan Rebutan Jatah PSK
Hadi tak mempersoalkan langkah SA yang melaporkannya ke polisi. Dikatakan, semua orang berhak untuk mendapat perlakuan yang sama di depan hukum.
"Jadi biarlah aparat penegak hukum yang menilai, apakah saya yang sudah menolong korban dari amuk warga lalu dituduh ikut memukuli korban? Kan tidak mungkinlah," ucapnya.
Bagi Hadi, pelaporan terhadapnya merupakan risiko dari pemimpin di desa. Namun, Hadi berharap kasus yang menimpa warganya diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak berlanjut ke ranah hukum.
Hadi berharap SA yang menjadi korban dari pemukulan KS dan AG mau berbesar hati berdamai. Dijelaskan, apabila upaya perdamaian mentok, KS dan AG akan balik melaporkan SA ke polisi.
Tidak hanya terkait dengan penyebab pengeroyokan yakni suara knalpot, keduanya akan melaporkan SA atas dugaan perselingkuhan dengan istri KS yang diduga terjadi setahun lalu. Kasus ini tentu akan lebih memberatkan posisi SA. Bukti-bukti dugaan perselingkuhan ini sudah dikantungi pihak KS dan AG.
"Jadi tinggal menunggu waktu saja, bila SA tidak mau berdamai, maka KS akan segera melaporkan balik SA ke polisi," jelasnya.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Cerme Aiptu Matraji menyatakan, penyidik masih kesulitan menindaklanjuti pelaporan terhadap Kades Wedani Hadi Sanjaya oleh korban SA. Hak ini lantaran alat bukti untuk menyebut Kades Hadi sebagai pelaku pemukulan baru keterangan sepihak SA sebagai pelapora dan korban. Padahal, kondisi saat itu Kades Hadi justru menjadi pihak yang menolong korban agar terhindar dari amuk warga.
"Meski ada laporan keterlibatan Pak Kades dari pihak korban, tapi kami tidak bisa serta merta menerima begitu saja karena kami perlu mendalami dan penyelidikan lebih lanjut," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




