ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Antre Air Bersih Berhari-hari, Warga Semarang Letakkan Jeriken

Kamis, 3 Agustus 2023 | 16:27 WIB
HU
BW
Penulis: Hanes Walda Mufti Utomo | Editor: BW
Warga mengantre mendapat air bersih dengan meletakkan jerigen dekat tandon air di Dusun Kropoh Desa Gogodalem Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Jawa Tengah, Rabu, 2 Agustus 2023.
Warga mengantre mendapat air bersih dengan meletakkan jerigen dekat tandon air di Dusun Kropoh Desa Gogodalem Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Jawa Tengah, Rabu, 2 Agustus 2023. (Beritasatu.com/Hanes Walda)

Semarang, Beritasatu.com – Sejak dua bulan lalu warga Dusun Kropoh, Desa Gogodalem, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mengalami krisis air bersih. Mereka harus antre air bersih berhari-hari dan meletakkan jeriken.

Krisis air bersih ini diakibatkan oleh musim kemarau berkepanjangan di Kabupaten Semarang.

Warga yang mengalami masalah tersebut bergantung pada droping air bersih dari BPBD Kabupaten Semarang.

ADVERTISEMENT

Untuk mendapatkan air bersih, warga rela antre berhari-hari dengan meletakkan jeriken di dekat tandon penampungan air bersih.

Warga Dusun Kropoh, Mujiono mengatakan, masyarakat memang selalu kekeringan setiap tahunnya.

Wilayah tersebut terletak di perbukitan dan lahan yang tandus. Biasanya, untuk mendapatkan air bersih, warga memanfaatkan sumur resapan air hujan. Namun, sumur tersebut telah kering.

Di Dusun Krapoh, musim kemarau dirasakan sejak awal Mei hingga saat ini. Pada awal musim kemarau, para warga masih bisa mengambil air bersih dari sungai atau kali, tetapi saat ini sungai tersebut kering.

"Memang setiap musim kemarau kita kekeringan. Biasanya kita menggunakan air sumur tadah hujan. Ini kondisinya sudah pada kering. Kemarin awal-awal Juni juga sempat mencari di aliran sungai," kata Mujiono kepada Beritasatu.com, Kamis (3/8/2023).

Untuk mendapatkan air bersih dari droping air bersih kiriman BPBD Kabupaten Semarang, warga harus menunggu empat hari sekali.

Air tersebut dimasukkan di tandon air berukuran 5.000 liter kemudian para warga mengambil air ini. "Ini jeriken di sini banyak diantrekan, warga pada antre mengambil air bersih di sini," ungkapnya.

Mujiono mengaku air bersih ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti keperluan memasak, minum, mandi, dan lainnya. "Air bersih ini digunakan untuk keperluan masak dan minum," paparnya.

Pihak desa telah mengupayakan agar para warga tidak mengalami kekeringan dengan cara membuat program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas). Namun, karena wilayah tersebut musim panas terlalu terik, pamsimas ini juga kering sehingga tidak bisa digunakan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jangan Anggap Sama, Begini Perbedaan Musim Kemarau dan El Nino

Jangan Anggap Sama, Begini Perbedaan Musim Kemarau dan El Nino

NASIONAL
Antisipasi Kemarau, Amran Fokus pada Penguatan Irigasi

Antisipasi Kemarau, Amran Fokus pada Penguatan Irigasi

EKONOMI
Kemarau Basah Ancam Petani, Pakar UGM Soroti Dampaknya

Kemarau Basah Ancam Petani, Pakar UGM Soroti Dampaknya

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon