Simulasi Pengamanan Pemilu 2024, Polda DIY Gelar Skenario Pemenang Diadang Massa
Selasa, 26 September 2023 | 10:46 WIB
Sleman, Beritasatu.com - Jajaran Satuan Lalu Lintas Polda DIY menggelar simulasi pengamanan Pemilu 2024 di kawasan Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/9/2023). Simulasi ini sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan menjelang Pemilu 2024.
Dalam simulasi ini, ratusan massa di Sleman, Yogyakarta, diskenariokan sebagai kelompok yang tidak menerima hasil pemungutan suara, dan calon presiden yang mereka dukung kalah dalam pemilihan. Situasi ini memicu pendukung calon presiden yang berbeda untuk berhadapan.
Ratusan massa yang menggunakan sepeda motor mulai menunjukkan perilaku anarkistis terhadap calon presiden yang berhasil memenangi pemilihan. Aparat kepolisian yang melakukan pengawalan, didukung oleh beberapa kendaraan polisi dan kendaraan calon presiden, kemudian mundur dengan cepat dan melakukan manuver untuk menjaga keamanan.
Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan menegaskan bahwa jumlah personel yang akan diturunkan untuk pengamanan pemilu akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan di masing-masing wilayah.
"Pengamanan itu tidak hanya berlaku untuk objek tertentu seperti capres tertentu, tetapi juga harus memastikan keselamatan masyarakat umum. Jadi, jika ada kampanye dengan jumlah massa besar, kita harus mengambil inisiatif untuk mengawal atau tidak mengawal. Tujuannya adalah agar keamanan umum tetap terjaga dengan baik," ujar Suwondo, Selasa (26/9/2023).
Suwondo menekankan bahwa anggota kepolisian harus bersikap netral, dengan tugas utama mereka adalah mempromosikan keamanan dan ketertiban selama pemilu. Polisi juga bertanggung jawab untuk memastikan pemilu berjalan lancar tanpa terlibat dalam kepentingan pribadi atau institusi.
"Kami juga mendorong agar anggota polisi yang memiliki keluarga yang mungkin terlibat dalam pemilu untuk memisahkan kepentingan pribadi dengan tugas mereka sebagai penjaga keamanan yang netral," tegas Suwondo.
Simulasi ini juga menjadi kesempatan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kondisi kondusif dan kerukunan selama proses pemilu. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah serta untuk selalu berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pemilu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




