Petani Kudus Harus Tambah Modal supaya Bisa Tetap Panen
Jumat, 13 Oktober 2023 | 10:00 WIB
Ngadimin mengaku, musim kemarau kali ini membuat petani harus bekerja ekstra. Mengingat satu pekan dua kali harus menyedot air dari sumur dan meratakan air ke lahan pertanian mereka. Ongkosnya pun cukup besar, petani harus merogoh ongkos per hari Rp 150.000 dan Rp 240.000 jika sewa mesin pompa air.
"Seminggu bisa dua kali, biar tanamannya hidup. Kalau tidak diairi, pada mati," kata Ngadimin, Jumat (13/10/2023).
Petani setempat harus merogoh kocek lebih dalam untuk menambah jumlah sumur bor. Total sumur sekarang sudah bertambah lima menjadi 10 dengan kedalaman sekitar 20 meter.
Kini sejumlah lahan pertanian yang mendekati masa panen menjadi harapan petani agar tetap menikmati hasil panen jerih payahnya. Namun, dari hasil panen kali ini tak sebanding dengan besarnya ongkos biaya mengaliri air yang dikeluarkan. Petani berharap agar harga jual dapat dijual dengan harga tinggi.
"Ya namanya juga petani mas, kami tetap bersyukur meskipun hasilnya tidak sebanding ongkosnya," terangnya.
Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau panjang ini akan berakhir pada awal bulan November 2023 mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




