ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mampu Tekan Pertumbuhan Titik Panas, Penanganan Karhutla di Sumsel Diapresiasi

Rabu, 8 November 2023 | 01:21 WIB
A
IC
Penulis: Antara | Editor: CAH
Sebanyak 934 titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terdeteksi di 8 provinsi di wilayah Sumatera, Jumat, 15 September 2023.
Sebanyak 934 titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terdeteksi di 8 provinsi di wilayah Sumatera, Jumat, 15 September 2023. (Beritasatu.com/Dhanny Roesli)

Palembang, Beritasatu.com - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan apresiasi terhadap penanganan di Sumatera Selatan (Sumsel). Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan stakeholder terkait dinilai berhasil menekan jumlah pertumbuhan titik panas (hotspot).

"Ini artinya analisis dari kami bahwa penanganan yang dilakukan sejak awal tahun oleh kepala daerah dan jajaran di Pemprov Sumsel bersama stakeholder cukup berhasil menekan hotspot," jelas Koordinator BMKG Sumsel Wayan Dayantolis di Kantor Gubernur Sumsel, Palembang, Sumatera Selatan seperti dikutip Antara, Selasa (7/11/2023).

Dia menyebut BMKG telah menganalisis dan membandingkan titik panas pada tahun 2023 lebih landai dibandingkan periode kering yang sama pada tahun 2015 dan 2019 yang lalu.

ADVERTISEMENT

Wayan menjelaskan bahwa kondisi saat ini memang cukup kering, bahkan di beberapa kajian awal diperkirakan mirip dengan kondisi pada tahun 2015. Namun, pertumbuhan titik panas di Sumsel tahun ini tidak setajam seperti tahun 2015.

"Ini menandakan usaha mitigasi pencegahan yang sudah dilakukan pimpinan daerah dan jajaran sudah berjalan dengan baik," jelasnya. 

Diperkirakan musim hujan yang merata pada November. "Tadi sudah kami sampaikan ke Pak Pj Gubernur lagi, yakni ancaman bencana hidrologis kami. Maka kami sampaikan kiranya November nanti masih ada shifting dari status siaga karhutla untuk kemudian mulai siaga banjir dan longsor," jelasnya. 

Membaiknya kondisi udara ini membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang bahkan sejak Senin (6/11/2023) kemarin sudah kembali menerapkan jam belajar normal dimulai pukul 07.00 WIB hingga maksimal pukul 16.00 WIB untuk sekolah PAUD/TK, SD dan SMP. 

"Kondisi kualitas udara di Kota Palembang diharapkan terus membaik dan karhutla dampak musim kemarau 2023 ini benar-benar dapat dikendalikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel yang didukung TNI/Polri dan instansi terkait sehingga aktivitas sekolah tidak terganggu lagi," ujar Kepala Disdik Palembang Ansori.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ancaman El Nino, BPBD Lumajang Waspadai Karhutla di Lereng Semeru

Ancaman El Nino, BPBD Lumajang Waspadai Karhutla di Lereng Semeru

JAWA TIMUR
20 Hektare Lahan di Aceh Jaya Terbakar, BPBK Imbau Warga Stop Membakar

20 Hektare Lahan di Aceh Jaya Terbakar, BPBK Imbau Warga Stop Membakar

NUSANTARA
Pimpin Sispamkota di OKI, Kapolda Sumsel Targetkan Zero Karhutla 2026

Pimpin Sispamkota di OKI, Kapolda Sumsel Targetkan Zero Karhutla 2026

SUMATERA SELATAN
Ancaman El Nino bagi Hutan dan Lahan Gambut, Apa Dampaknya?

Ancaman El Nino bagi Hutan dan Lahan Gambut, Apa Dampaknya?

NASIONAL
Kebakaran Hutan di Bengkalis Meluas, 112 Hektare Lahan Terbakar

Kebakaran Hutan di Bengkalis Meluas, 112 Hektare Lahan Terbakar

NUSANTARA
BMKG Catat 310 Titik Panas di Riau, Api Muncul di Beberapa Wilayah

BMKG Catat 310 Titik Panas di Riau, Api Muncul di Beberapa Wilayah

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon