Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur Erupsi, Pemprov NTT Imbau Turis Tetap Waspada
Minggu, 24 Desember 2023 | 10:27 WIB
Kupang, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluarkan imbauan kepada warga dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius dua kilometer dari pusat Gunung Lewotobi Laki-Laki. Erupsi terjadi pada Sabtu (23/12/2023) di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, menyampaikan imbauan tersebut sebagai antisipasi terhadap tingkat aktivitas erupsi.
"Sehubungan dengan tingkat aktivitas erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki, maka diimbau kepada warga masyarakat dan pengunjung atau wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius dua kilo meter dari pusat gunung Lewotobi Laki-Laki," ujarnya di Kupang, Minggu (24/12/2023) mengutip laman Antara.
Kodo juga menekankan pentingnya tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah setempat. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak jelas sumbernya atau berita hoax.
Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Jakarta, tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000-1.500 meter di atas puncak gunung atau 2.584 meter di atas permukaan laut. Kolom erupsi teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara.
Erupsi ini terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi kurang lebih 24 menit. Data kegempaan menunjukkan adanya peningkatan sebelum terjadi erupsi. Gempa vulkanik dalam (VA) tercatat sebanyak 38 kali, dan vulkanik dangkal (VB) tercatat lima kali pada periode 17-23 Desember 2023.
Meskipun tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada level II atau waspada, Ambrosius Kodo, mengatakan bahwa penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Ayodhia G L Kalake, telah meminta BPBD provinsi dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk terus memantau kondisi lapangan.
"Menindaklanjuti arahan penjabat gubernur NTT, kami telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-BPBD-Flores Timur, untuk melakukan berbagai antisipasi dalam penanggulangan bencana," kata Ambrosius Kodo.
BPBD Provinsi NTT juga akan segera mengirimkan dukungan berupa masker untuk warga di sekitar lokasi erupsi. "Bapak Pj gubernur menegaskan pentingnya koordinasi antar instansi dan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi situasi ini," tambahnya.
Pemerintah berharap agar warga tetap tenang dan mematuhi arahan resmi dari pihak berwenang setempat di Kabupaten Flores Timur dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




