ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dituding Korupsi Dana APBD Rp 9 Miliar, Bacalon Gubernur Papua Pegunungan Buka Suara

Minggu, 1 September 2024 | 16:45 WIB
MT
BW
Penulis: Meirto Tangkepayang | Editor: BW
Paslon gubernur dan wakil gubernur Papua Pegunungan Befa Yigibalom (kiri) dan Natan Pahabol.
Paslon gubernur dan wakil gubernur Papua Pegunungan Befa Yigibalom (kiri) dan Natan Pahabol. (Beritasatu.com/Nugie Tangkepayung)

Jayapura, Beritasatu.com - Dituding korupsi dana APBD Rp 9 miliar, bakal calon (bacalon) gubernur Papua Pegunungan Befa Yigibalom buka suara.

Menurut Befa, laporan tersebut sama sekali tidak mendasar karena sarat dengan kepentingan politik.

Terkait dengan aksi demo di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengatasnamakan Forum Generasi Baru Peduli Papua Jakarta (FGBPPJ) pada Kamis (29/8/2024) lalu, hal itu sangat disayangkan oleh Befa Yigibalom.

Menurut Befa, nuansa politik sangat jelas dan nyata karena laporan yang dilakukan pada 23 Agustus 2024 oleh Paulus Kogoya (ketua DPC Golkar Lanny Jaya) yang merupakan pendukung bacalon gubernur dan wakil gubernur Papua Pegunungan yang menjadi lawan pasangan Befa Yigibalom dan Natan Pahabol.

ADVERTISEMENT

Dikatakan, aksi demo tersebut juga dilaksanakan bertepatan dengan majunya Befa Yigibalom dan Natan Pahabol sebagai salah satu bacalon gubernur dan wakil gubernur Papua Pegunungan.

"Aksi demo tersebut sama sekali tidak mendasar karena tuduhan terkait kasus korupsi dana APBD Kabupaten Lanny Jaya sebesar Rp 9,5 miluar pada 2017 lalu dan hal tersebut sudah lebih dari tujuh tahun lalu," ungkqp Befa Yigibalom, Minggu (1/9/2024).

Menurut Befa, apa yang dilakukan oleh ketua DPC Golkar Lanny Jaya tersebut merupakan politik kotor yang seharusnya tidak dilakukan oleh para pendukung. "Harus beradu progam dan hasil kerja nyata, bukan menjatuhkan dengan cara-cara politik kotor seperti itu," ujarnya.

Ia menekankan masyarakat bisa melihat dengan jelas apa yang dilakukannya sebagai bupati Lanny Jaya dalam membangun Kabupaten Lanny Jaya selama 10 tahun dan dapat membandingkannya dengan calon lainnya apa yang dibangun di tempat dahulu saat menjabat kepala daerah.

“Masyarakat sudah cerdas, tidak perlu kau pakai politik kotor lagi. Lihat yang tong (kita) bangun di Lanny Jaya dan program apa yang saya buat. Lalu silahkan masyarakat bandingkan dengan calon lain apa yang ia buat untuk kabupaten ia memimpin. Masyarakat Papua Pegunungan ini sudah cerdas dan pintar. Jadi mari berpolitik dengan cerdas, santun, dan bijaksana,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan

TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan

EKONOMI
Tim Gabungan Baku Tembak dengan KKB Saat Patroli di Yahukimo

Tim Gabungan Baku Tembak dengan KKB Saat Patroli di Yahukimo

NUSANTARA
Satgas Cartenz: Anggota KKB di Yahukimo Papua Pegunungan 200 Orang

Satgas Cartenz: Anggota KKB di Yahukimo Papua Pegunungan 200 Orang

NUSANTARA
Tinjau Program MBG di Wamena, Gibran Sebut Gizi Anak Papua Tercukupi

Tinjau Program MBG di Wamena, Gibran Sebut Gizi Anak Papua Tercukupi

NASIONAL
Senin dan Kamis Ditetapkan sebagai Hari Wajib Noken di Jayawijaya

Senin dan Kamis Ditetapkan sebagai Hari Wajib Noken di Jayawijaya

NUSANTARA
TNI-Polri Selidiki Isu Serangan Drone Bomber Tewaskan 1 Orang di Papua

TNI-Polri Selidiki Isu Serangan Drone Bomber Tewaskan 1 Orang di Papua

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon