Satgas Cartenz: Anggota KKB di Yahukimo Papua Pegunungan 200 Orang
Senin, 16 Februari 2026 | 17:34 WIB
Jayapura, Beritasatu.com - Satgas Damai Cartenz memperkirakan jumlah anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan sekitar 200 orang.
"Dari laporan yang diterima bahwa anggota KKB di Yahukimo tersebar dalam kelompok kecil dan sering melakukan aksi penyerangan dan penembakan," kata Kaops Satgas Damai Cartenz juga Wakapolda Papua Brigjen Pol Faizal Rahmadani di Jayapura, Senin (16/2/2026).
Dia menyebut sejak Januari 2026, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga dilakukan KKB dengan pola aksi yang dinilai bertujuan menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian.
Korban kekerasan yang disasar oleh KKB, kata dia, selain aparat keamanan juga warga sipil termasuk pilot, sopir dan pekerja pembangunan sekolah.
"Negara tidak boleh kalah oleh teror yang dilakukan KKB sehingga Satgas Damai Cartenz memastikan melakukan penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil," ujar Faizal dikutip dari Antara.
Terkait penegakan hukum terhadap pelaku penembakan pesawat Smart Air di Korowai yang terjadi Rabu (11/2/2026), Faizal mengatakan dalam pelaksanaannya dilakukan secara terintegrasi dengan pendekatan preventif dan preemtif guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah terdampak.
Satgas Damai Cartenz, kata dia, tidak hanya fokus terhadap pengejaran kepada pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan.
"Pengamanan di lapangan terbang, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus ditingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” pungkas Faizal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




