IRT di Tanggamus Luka Parah Akibat Diterkam Buaya Saat Mandi di Sungai
Kamis, 15 Mei 2025 | 13:34 WIB
Tanggamus, Beritasatu.com - Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Tanggamus, Lampung luka parah pada bagian kaki akibat diterkam buaya saat mandi di sungai. Korban berhasil diselamatkan warga yang mendengar teriakannya.
IRT bernama Maryati mengalami luka serius setelah diserang seekor buaya saat mandi di Sungai Way Semaka, Dusun Sukadamai, Desa Sri Purnomo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, pada Rabu (14/5/2025) petang .
Peristiwa nahas yang menimpa IRT berusia 52 tahun ini bermula saat Maryati mandi di Sungai Way Semaka yang biasa digunakan oleh warga setempat untuk keperluan sehari-hari.
Tanpa diduga, seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menyerang korban. Teriakan minta tolong korban memecah keheningan di lokasi kejadian hingga mengundang perhatian warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Beruntung korban masih dapat diselamatkan oleh warga. Namun akibat diterkam buaya tersebut, korban mengalami luka parah pada bagian kaki. Kulit lutut kaki kirinya robek hingga terlihat tulangnya yang patah.
Warga kemudian mengevakusi korban ke rumahnya sembari menunggu ambulans yang membawa korban ke rumah sakit. Tetangga dan kerabat berdatangan ke rumah korban untuk melihat langsung kondisi korban.
Suami korban, Herwandi (54) terlihat syok melihat kondisi istrinya. Ia tidak menyangka istrinya akan diserang buaya saat mandi di sungai.
Warga kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang, Kota Agung, Tanggamus untuk mendapat perawatan medis.
Kepala Desa Sri Purnomo, Ilmudin, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa korban awalnya sempat dibawa ke RSUD Batin Mangunang. Namun, karena kondisi luka yang cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RS Mitra Husada Pringsewu.
Sayangnya, pihak rumah sakit tidak mampu menangani kondisi korban sehingga akhirnya dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung.
“Saat ini korban sudah berada dalam penanganan medis intensif di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung. Luka pada kaki kirinya cukup parah akibat gigitan buaya,” kata Ilmudin, Rabu malam (14/5/2025).
Ilmudin juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sungai tersebut. Ia mengingatkan bahwa lokasi tersebut sebelumnya sudah memakan korban jiwa beberapa bulan lalu.
“Sudah kami imbau sebelumnya agar warga menghindari mandi atau beraktivitas di sungai itu. Kejadian ini harus jadi pelajaran bersama,” ujar Ilmudin.
Warga diserang buaya di Desa Sri Purnomo saat mandi di Sungai Way Semaka bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya warga setempat ditemukan tewas akibat diserang buaya pada pertengahan Juli 2024 lalu.
Hingga Kamis (15/5/2025) siang, korban diterkam buaya ini masih dirawat intensif di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung. Warga berharap aparat terkait segera turun tangan untuk mengantisipasi serangan buaya agar peristiwa yang dialami oleh Maryati tidak kembali terjadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




