ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengamat Nilai Bobby Nasution Bijak Menyikapi Pemangkasan TKD Rp 1,1 T

Senin, 13 Oktober 2025 | 12:44 WIB
GN
GV
Penulis: Gesa Vitara Puspa Nur | Editor: GV
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution. (Beritasatu.com/M Ihsan Syahreza)

Medan, Beritasatu.com - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menghadapi tantangan fiskal nasional dengan pemangkasan anggaran Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar Rp 1,1 triliun untuk tahun anggaran 2026. 

Penyesuaian yang diumumkan Kementerian Keuangan sebagai bagian dari efisiensi APBN, membuat alokasi TKD provinsi turun dari Rp 5,5 triliun pada 2025 menjadi Rp 4,4 triliun tahun depan. 

Padahal, secara keseluruhan, TKD Sumut termasuk kabupaten/kota dan dana desa mencapai Rp 45,18 triliun di 2025, menjadikannya salah satu porsi terbesar di luar Jawa.

Baca Juga: Warisan Utang DBH Edy Rahmayadi Dibayarkan Bobby Nasution, Capai Rp 1,8 Triliun

Kondisi ini langsung memicu gelombang kekhawatiran di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pemerhati daerah, terutama mengingat pemangkasan serupa yang dialami 18 provinsi lain. 

Menanggapi dinamika ini, pengamat ekonomi Muhammad Arif menilai sikap Gubernur Bobby sebagai langkah bijak di tengah ketidakpastian global.

"Pemangkasan TKD ini memang tekanan berat, tapi justru peluang untuk reformasi fiskal daerah. Sumut bisa belajar dari pengalaman 2025, di mana TKD Rp45 triliun berhasil dorong infrastruktur. Kuncinya, tingkatkan PAD minimal 15-20% per tahun melalui digitalisasi pajak dan kemitraan swasta," kata Arif, Sabtu (11/10/2025). 

Ia menambahkan jika dikelola baik, penurunan Rp 1,1 triliun ini tak akan hambat target SDGs Sumut, malah bisa jadi katalisator inovasi.

Dengan APBN 2026 yang lebih ketat, kata Arif, pemerintah Sumut kini gencar sosialisasi rencana realokasi. Gubernur Sumut, Bobby Nasution berencana menggelar rapat koordinasi dengan bupati/wali kota akhir pekan ini, sambil menunggu respons Istana terhadap masukan APPSI. 

Di balik angin kencang ini, Sumut tampak siap berlayar dengan kapal yang lebih tangguh—bukan dengan keluhan, tapi dengan aksi nyata.

Sebelumnya Gubernur Sumut Bobby Nasution menyikapi hal ini dengan tenang dan optimis menekankan bahwa kinerja pemerintah daerah tidak boleh terganggu. 

"Kami paham ini bagian dari penyesuaian nasional untuk prioritas pembangunan pusat. Yang penting, kami sudah siapkan strategi jangka panjang," ujar Bobby usai melantik 177 pejabat eselon III di Gedung Gubernuran Sumut baru-baru ini. 

Bobby menegaskan bahwa gaji dan tunjangan ASN serta PPPK tetap aman. 

"Dana untuk belanja pegawai sudah terlindungi. Kami akan realokasi dari sumber lain, termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus kami tingkatkan melalui investasi di sektor pariwisata, perkebunan, dan industri halal," tambahnya.

Baca Juga: Microsoft Hentikan Dukungan untuk Windows 10 pada 14 Oktober 2025

Ia juga menyuarakan empati untuk daerah kecil yang lebih rentan. 

"Saya kasihan dengan kabupaten/kota yang PAD-nya minim. Makanya, kami dorong kolaborasi melalui Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) untuk dialog dengan pusat," tuturnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dana Daerah Dipotong Rp 620 M, Pemkab Tangerang Pangkas Seremonial!

Dana Daerah Dipotong Rp 620 M, Pemkab Tangerang Pangkas Seremonial!

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon