Cerita Istri Gubernur Aceh 2 Hari Terjebak Banjir di SPBU
Sabtu, 29 November 2025 | 11:09 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com – Marlina alias Kak Na, istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf, terjebak banjir selama 2 hari di area SPBU Panteu Breuh, Simpang Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara sejak Rabu (26/11/2025) hingga Jumat (28/11/2025).
Marlina yang merupakan ketua Tim Penggerak PKK Aceh terjebak bersama rombongan Plt Kepala Dinas Sosial Aceh Chaidir.
Awalnya, Marlina bersama rombongan itu bergerak dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe pada Selasa (25/11/2025), untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi korban banjir di sejumlah lokasi.
Pada Rabu (26/11/2025), rombongan tersebut kembali menyalurkan bantuan ke Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, dan ke Julok, Kabupaten Aceh Timur.
Namun, saat perjalanan pulang menuju Banda Aceh, mereka tidak dapat lagi melintas setelah Jalan Nasional Banda Aceh–Medan di kawasan Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara karena sudah terendam air hingga 2,1 meter.
“Kami terpaksa menginap di SPBU karena itu lokasi yang lebih tinggi dan aman. Tidak ada lagi akses jalan yang bisa dilewati,” ujar Marlina, Jumat (29/11/2025).
Selama 2 hari tertahan, kondisi rombongan semakin memprihatinkan. Persediaan logistik menipis dan belum ada bantuan luar yang bisa menjangkau lokasi tersebut.
“Keadaan sangat darurat. Stok makanan makin sedikit. Warga di sekitar sini juga banyak yang kesulitan,” tuturnya.
Pada Jumat siang, rombongan akhirnya berhasil keluar dari lokasi terjebak. Mereka menumpang sebuah mobil tangki pengangkut crude palm oil (CPO) yang memiliki bodi lebih tinggi sehingga dapat menerobos banjir di jalur tersebut.
Marlina duduk di bagian depan kendaraan, sementara anggota rombongan lainnya berada di atas tangki.
Saat melewati genangan banjir yang masih tinggi, Marlina tak kuasa menahan tangis. “Saya benar-benar cemas melihat kondisi di lapangan. Banyak ibu dan anak yang membutuhkan bantuan segera,” katanya.
"Mohon penanganan segera karena banjir di kawasan ini masih sangat tinggi," ujarnya.
Rombongan kini telah tiba di kawasan Geudong, Aceh Utara dan melanjutkan perjalanan menuju Lhokseumawe untuk berkoordinasi dengan tim penanganan bencana.
Banjir yang melanda hampir seluruh kabupaten dan kota di Aceh dalam sepekan terakhir membuat sejumlah daerah terisolasi akibat akses jalan terputus. Jalan Banda Aceh-Medan yang merupakan jalur utama yang setiap hari sibuk dilalui berbagai kendaraan kini lumpuh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




