BBM Langka Pascabanjir, Pertalite Rp 30.000 Per Liter di Aceh Tenggara
Sabtu, 29 November 2025 | 14:04 WIB
Kutacane, Beritasatu.com – Kabupaten Aceh Tenggara dan sekitarnya dilanda kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) pascabanjir bandang yang memutuskan akses penghubung ke Sumatera Utara. Harga BBM yang masih tersisa di pedagang eceran dijual tiga kali lipat lebih mahal dari harga resminya.
Warga harus mengantre berjam-jam di SPBU dengan harapan bisa mendapatkan BBM. Antrean kendaraan mengular panjang bahkan hingga 1 kilometer dan mengganggu arus lalu lintas di Kutacane, Ibu Kota Aceh Tenggara.
"Saya kesulitan mendapatkan BBM sejak 3 hari lalu semenjak banjir bandang yang terjadi di Aceh Tenggara," kata seorang pengendara becak motor (betor), Rajamin kepada Beritasatu.com di Kutacane, Sabtu (29/11/2025).
Sementara, Ismail, penjual air keliling juga mengeluhkan hal yang sama bahkan harus berhenti jualan karena kendaraannya tidak punya BBM.
"Sudah 3 hari saya tidak jualan akibat kesulitan mendapatkan BBM," tuturnya.
Warga masih bisa mendapatkan BBM di beberapa kios eceran yang masih menyimpan stok, tetapi harganya selangit. Harga Pertalite bahkan dijual Rp 30.000 per liter, sedangkan Pertamax mencapai Rp 40.000 per liter.
Hari ini, sejumlah SPBU mulai mendapat pasokan BBM. Namun, warga harus antre berjam-jam untuk bisa membelinya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




