Akses Terputus Pascabanjir Aceh, Warga Rumah Bundar Terancam Krisis
Senin, 15 Desember 2025 | 10:58 WIB
Kutacane, Beritasatu.com - Salah satu akses jalan menuju Desa Rumah Bundar, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, hingga kini masih terputus meski telah memasuki hari ke-18 pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Untuk mencapai Desa Rumah Bundar, warga dan relawan harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki melewati jalur pegunungan yang terjal. Medan yang dilalui dipenuhi tanjakan curam serta jurang di sepanjang sisi jalan, sehingga menjadi tantangan berat bagi siapa pun yang melintas.
Pantauan di lapangan menunjukkan warga berbondong-bondong membawa bahan makanan dengan dipikul atau digendong melewati jalur ekstrem tersebut. Perjalanan berat itu terpaksa ditempuh demi memastikan kebutuhan pangan keluarga mereka tetap terpenuhi.
“Medannya sangat sulit, tetapi mau tidak mau kami harus lewat sini supaya keluarga bisa makan,” ujar salah seorang warga.
Warga setempat mengungkapkan, pada tiga hari pertama setelah banjir bandang menerjang desa, banyak warga sempat mengalami kelaparan. Hal itu terjadi karena pasokan bahan pokok sama sekali tidak dapat masuk ke desa akibat terputusnya akses jalan.
Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya bantuan yang dapat menjangkau lokasi dalam waktu cepat, mengingat jalur darat tertutup dan belum tersedia akses alternatif yang aman.
Hingga kini, masyarakat PT Victory Chingluh Bundar masih berharap adanya percepatan pembukaan akses jalan atau bantuan logistik yang lebih intensif dari pemerintah dan pihak terkait, agar ancaman krisis pangan tidak kembali terulang dan aktivitas warga dapat berangsur normal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




