ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

14 Jembatan dan 12 Jalan Nasional Putus Diterjang Banjir-Longsor Aceh

Minggu, 30 November 2025 | 18:14 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Foto udara Jembatan Kuta Blang di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan di Gampong Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh putus diterjang banjir bandang, Sabtu (29/11/2025). Jembatan Kuta Blang yang merupakan akses utama Jalinsum putus total sejak Kamis (27/11/2025).
Foto udara Jembatan Kuta Blang di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan di Gampong Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh putus diterjang banjir bandang, Sabtu (29/11/2025). Jembatan Kuta Blang yang merupakan akses utama Jalinsum putus total sejak Kamis (27/11/2025). (Antara Foto/Abiyyu)

Banda Aceh, Beritasatu.com - Sebanyak 14 jembatan dan 12 titik jalan nasional putus akibat bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah di Provinsi Aceh yang terjadi dalam pekan ini. Jembatan putus dua di antaranya berada di lintasan tengah, 11 di lintas tengah, dan satu di lintas barat Aceh.

"Terdapat 14 jembatan yang terputus," kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Perwakilan Aceh Heri Yugiantoro dikutip dari Antara, Minggu (30/11/2025).

Heri mengatakan untuk penanganan darurat terhadap jembatan yang putus apabila dilihat dari tingkat kerusakannya terdapat dua jenis.

ADVERTISEMENT

Pertama, penimbunan jalan pendekat yang terputus dengan boulder, sandbag, dan material timbunan.

Kedua, menggunakan jembatan darurat tipe bailey dan lakukan perkuatan di samping abutment.

Kemudian, lanjut Hari, untuk jalan yang terputus terdapat 12 titik tanah longsor yang tersebar di beberapa lokasi lintas timur, tengah dan barat Aceh.

Adapun langkah penanganan sementara yang dilakukan adalah memberikan rambu-rambu darurat, menempatkan petugas PPK, mobilisasi alat berat, perkuatan darurat lerengan dan memperlebar jalan.

BPJN melakukan upaya pembersihan lumpur dan material debris dari badan dan bahu jalannya di wilayah yang sudah surut banjirnya.

"Kemudian, kita membersihkan dan melancarkan kembali saluran drainase, mengalirkan air secepatnya ke saluran pembuangan dan menginventarisir kerusakan jalan atau lubang baru," katanya.

Heri menambahkan terkait perkiraan atau estimasi kerugian dari kerusakan jembatan dan jalan nasional akibat bencana tersebut belum dapat diketahui, karena harus dilakukan perhitungan secara detil terlebih dahulu.

"Kami belum sampai menghitung volume dan biaya penanganannya. Harus kami lakukan hati-hati agar tidak terdeviasi terlalu jauh perencanaan dan realisasi," ujar Heri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

NUSANTARA
Mualem Sebut Aceh Butuh Dana Rp 40 T untuk Pemulihan Pascabencana

Mualem Sebut Aceh Butuh Dana Rp 40 T untuk Pemulihan Pascabencana

NUSANTARA
BNPB Minta Huntara Korban Banjir Aceh Tamiang Rampung dalam 5 Hari

BNPB Minta Huntara Korban Banjir Aceh Tamiang Rampung dalam 5 Hari

NASIONAL
Pembangunan 28.972 Huntap Korban Banjir Aceh, Sumut-Sumbar Dipercepat

Pembangunan 28.972 Huntap Korban Banjir Aceh, Sumut-Sumbar Dipercepat

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon