Menko PMK Tekankan Pentingnya Huntara bagi Penyintas Bencana
Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menegaskan hunian sementara (huntara) memiliki peran krusial dalam penanganan pascabencana agar penyintas tidak terlalu lama tinggal di lokasi pengungsian.
“Huntara merupakan bagian yang sangat penting agar penyintas tidak berlarut-larut tinggal di pengungsian,” ujar Pratikno seperti dilansir dari Antara, Sabtu (24/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan usai peresmian 117 unit hunian sementara yang dibangun di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Peresmian tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, serta Bupati Agam Benni Warlis.
Pratikno mengatakan pembangunan hunian sementara saat ini tengah dilakukan di berbagai daerah terdampak bencana di sejumlah kabupaten. Sebagian huntara telah rampung dan mulai ditempati oleh penyintas.
Dengan menempati hunian sementara, para penyintas diharapkan dapat kembali menjalani kehidupan keluarga secara lebih normal sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap.
“Huntara sudah banyak dibangun, bahkan sebagian penyintas telah kembali menempati rumahnya masing-masing,” kata Pratikno.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Satgas tersebut dipimpin oleh Menko PMK sebagai ketua tim pengarah bersama para menteri koordinator lainnya, Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Keuangan. Sementara itu, posisi ketua pelaksana diemban oleh Menteri Dalam Negeri.
Pratikno menambahkan, setiap bidang dalam satgas diketuai oleh menteri atau kepala lembaga terkait dengan tugas utama mempercepat proses pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi secara menyeluruh.
“Pemulihan dilakukan dengan prinsip membangun lebih baik, dimulai dari perbaikan infrastruktur karena banyak jalan dan jembatan yang rusak,” ujarnya.
Selain infrastruktur, pemulihan juga mencakup jaringan listrik, pasokan bahan bakar minyak, lahan pertanian yang terdampak, serta aktivitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pasar.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya kembali menempati rumahnya, tetapi juga memiliki kondisi ekonomi yang lebih baik. Pembangunan hunian tetap terus dipercepat seiring dengan pemulihan ekonomi,” pungkas Pratikno.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




