ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemenag Aceh Perkirakan 1 Ramadan 2026 Jatuh pada Kamis 19 Februari

Rabu, 11 Februari 2026 | 12:12 WIB
WM
CM
IC
Penulis: Wahyu Majiah, Cut Mery
Editor: CAH
Pemantauan hilal  di Gedung Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar.
Pemantauan hilal di Gedung Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar. (Kemenag Aceh/Kemenag Aceh)

Banda Aceh, Beritasatu.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh memperkirakan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada  hari Kamis (19/2/2026). Perkiraan tersebut didasarkan pada hasil perhitungan tim falakiyah Kanwil Kemenag Aceh.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari mengatakan secara hisab, awal Ramadan tahun ini diprediksi jatuh pada 19 Februari 2026.

“1 Ramadan tahun ini diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Kami menyampaikan selamat menyambut Ramadan 1447 H kepada seluruh umat Islam di Aceh. Mari kita persiapkan diri, baik fisik maupun mental, untuk menyambut rangkaian ibadah Ramadan tahun ini,” ujar Azhari di Banda Aceh, Rabu (11/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, penentuan awal bulan Hijriah tetap mengacu pada rukyatulhilal yang dilaksanakan setiap tanggal 29 bulan berjalan. Namun, berdasarkan hasil perhitungan, posisi hilal pada 29 Sya’ban 1447 H masih berada di bawah ufuk (horizon), sehingga dipastikan tidak dapat diamati.

Karena itu, Kanwil Kemenag Aceh tidak akan menggelar rukyat secara penuh, melainkan hanya kegiatan edukasi terkait kondisi hilal. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Gedung Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar.

Azhari juga mengimbau umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah di pengujung bulan Sya’ban sebagai persiapan memasuki Ramadan. Menurutnya, pemahaman terhadap amalan-amalan utama di bulan suci menjadi bekal penting agar ibadah dapat berjalan optimal dan mencapai derajat takwa.

Sementara itu, Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh Alfirdaus Putra menjelaskan ijtimak awal Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa (17/2/2026) bertepatan dengan 29 Syakban 1447 H, pukul 19.01 WIB. Karena ijtimak terjadi setelah matahari terbenam, hilal dipastikan masih berada di bawah ufuk.

Ia merinci, pada 29 Syakban 1447 H matahari terbenam pukul 18.52 WIB dengan azimut 258 derajat. Sementara bulan telah lebih dahulu terbenam pada pukul 18.48 WIB dengan azimut 257 derajat dari utara searah jarum jam.

“Ketika matahari terbenam pada posisi 258 derajat, posisi hilal di markaz rukyat Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga, berada pada minus 0,97 derajat di bawah ufuk dengan elongasi 0,93 derajat. Untuk wilayah Indonesia lainnya, hilal juga masih berada di bawah ufuk, yakni antara minus 1 derajat di wilayah Sumatera hingga minus 2,4 derajat di wilayah Papua,” jelas Alfirdaus.

Dengan posisi tersebut, lanjutnya, hilal dipastikan tidak mungkin terlihat di Aceh maupun wilayah Indonesia lainnya. Karena itu, bulan Syakban 1447 H diistikmalkan menjadi 30 hari sehingga 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026.

Meski demikian, Alfirdaus menegaskan keputusan resmi penetapan awal Ramadan tetap menunggu pengumuman menteri agama yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (17/2/2026) pukul 19.00 WIB.


 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenag Aceh Siapkan 6 Lokasi Rukyatulhilal Tentukan Idulfitri 2026

Kemenag Aceh Siapkan 6 Lokasi Rukyatulhilal Tentukan Idulfitri 2026

NUSANTARA
Angka Pernikahan di Aceh pada 2025 Turun, Ini Penjelasan Kemenag

Angka Pernikahan di Aceh pada 2025 Turun, Ini Penjelasan Kemenag

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon