ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Aceh Barat Peringati 127 Tahun Gugurnya Pahlawan Nasional Teuku Umar

Kamis, 12 Februari 2026 | 17:46 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Bupati Aceh Barat Tarmizi meletak karangan bunga di depan kompleks Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar Johan Pahlawan di kawasan Pegunungan Mugo, Kecamatan Panton Reue, dalam memperingatin gugurnya pahlawan tersebut ke-127 tahun, Rabu (11/2/2026).
Bupati Aceh Barat Tarmizi meletak karangan bunga di depan kompleks Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar Johan Pahlawan di kawasan Pegunungan Mugo, Kecamatan Panton Reue, dalam memperingatin gugurnya pahlawan tersebut ke-127 tahun, Rabu (11/2/2026). (Antara/Humas Pemkab Aceh Barat)

Meulaboh, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat menggelar peringatan 127 tahun gugurnya pahlawan nasional Teuku Umar di kawasan Gunung Mugo, Kecamatan Panton Reue. Peringatan ini sebagai momentum meningkatkan rasa cinta Tanah Air atas perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

“Peringatan syahidnya Teuku Umar menjadi pelajaran, terutama bagi para generasi muda agar paham sejarah,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi dikutip dari Antara, Kamis (12/2/2026).

Ia mengatakan suasana aman dan merdeka seperti yang dirasakan saat ini berkat jasa para pahlawan yang berjuang dan mengorbankan nyawanya demi merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

ADVERTISEMENT

Melalui momentum ini, lanjutnya, Pemkab Aceh Barat mengajak masyarakat agar dapat menanamkan nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat dan senantiasa mencintai Tanah Air sertai menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan.

Bupati Tarmizi mengatakan peringatan syahidnya Teuku Umar Johan Pahlawan di Kabupaten Aceh Barat dilaksanakan selama 3 pada dari 9 sampai 11 Februari 2026.

Dia menyebutkan peringatan syahidnya Teuku Umar diharapkan menjadi momentum untuk terus menjaga nikmat kemerdekaan, menjaga keakraban, mencintai Tanah Air serta meningkatkan rasa persaudaraan di tengah-tengah masyarakat.

Diketahui, Teuku Umar gugur ditembak oleh tentara Belanda pada 11 Februari 1899 di Suak Ujong Kalak, Meulaboh, setelah pertempuran hebat antara pasukan Aceh dengan serdadu Marsose yang dipimpin oleh Jenderal Van Heutsz.

Suami Cut Nyak Dhien itu dimakamkan di kawasan Gunong Mugo. Setelah Teuku Umar meninggal, Cut Nyak Dhien mengambil alih komando, memimpin perang mati-matian melawan Belanda untuk membalas kematian lelaki kesayangannya itu.  

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon