ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir Bandang Terjang Gunungkidul, Rumah Warga Rusak

Rabu, 18 Februari 2026 | 13:33 WIB
OW
HH
Penulis: Olena Wibisana | Editor: HP
Sebuah rumah warga di Padukuhan Jono RT 06/RW 05, Dusun Pule, Kelurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, rusak akibat diterjang banjir bandang pada Rabu, 18 Februari 2026.
Sebuah rumah warga di Padukuhan Jono RT 06/RW 05, Dusun Pule, Kelurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, rusak akibat diterjang banjir bandang pada Rabu, 18 Februari 2026. (Beritasatu.com/Olena Wibisana)

Kapanewon, Beritasatu.com - Banjir bandang disertai tanah longsor menerjang Padukuhan Jono RT 06/RW 05, Dusun Pule, Kelurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, Rabu (18/2/2026).

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan perbukitan di atas permukiman warga memicu aliran air bercampur material longsoran turun deras ke rumah-rumah warga.

Arus deras membawa gelondongan kayu dan batu berukuran besar yang menghantam sejumlah rumah, pagar, serta kendaraan milik warga. Suasana yang semula tenang berubah menjadi panik ketika material mulai memasuki halaman hingga bangunan rumah.

ADVERTISEMENT

Salah seorang warga sempat merekam kondisi saat banjir terjadi. Kini rumahnya tertutup lumpur tebal serta material kayu dan batu yang terbawa arus.

"Banjirnya disertai lumpur, batu, dan kayu dari atas. Ada beberapa rumah yang rusak," kata Fendi Muhammad Muslim, warga Padukuhan Jono.

Warga berupaya menyelamatkan diri dan barang berharga seadanya. Sebagian memilih mengungsi ke rumah saudara yang lebih aman. Tercatat sedikitnya 52 jiwa dievakuasi untuk menghindari potensi longsor susulan dan luapan air.

Seorang warga menyebut air datang tiba-tiba dengan arus deras sambil membawa kayu dan batu besar. Derasnya aliran menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan pada bagian dinding dan pagar.

Beberapa sepeda motor dilaporkan terseret atau tertimpa material. Jalan lingkungan di sekitar lokasi juga tergerus sehingga akses antarrumah sempat sulit dilalui.

Warga lainnya, Partini mengaku sedang memasak di dapur saat kejadian. Anak-anaknya yang berada di luar rumah melihat banjir disertai batu meluncur dari atas bukit.

"Saya sedang di dalam dan anak-anak ada di luar (saat kejadian). Di depan rumah sudah banyak lumpur dan bebatuan yang masuk ke dalam rumah," ujar Partini, warga Padukuhan Jono.

Seusai mendengar teriakan anaknya, ia segera menuju ke depan rumah dan membawa anak-anaknya menyelamatkan diri melalui bagian belakang menuju tempat yang lebih tinggi.

Selain di Padukuhan Jono, laporan sementara menyebutkan longsor juga terjadi di wilayah Wonosari, tepatnya di Jurangjero.

Personel relawan dan aparat setempat telah berada di lokasi untuk melakukan pengamatan, pendataan, serta membantu evakuasi dan pembersihan material.

Warga bersama relawan bergotong royong menyingkirkan kayu, batu, dan lumpur yang menutup akses jalan dan pekarangan rumah.

Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang dan longsor di Gunungkidul tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar, meliputi kerusakan rumah, kendaraan bermotor, serta fasilitas milik warga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon