ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Inalum Rehabilitasi Sekolah Korban Banjir di Sumbar

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:00 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
INALUM membangun ulang SDN 49 Batang Kabung, Padang yang rusak akibat banjir bandang sebagai wujud komitmen BUMN dalam pemulihan fasilitas pendidikan nasional.
INALUM membangun ulang SDN 49 Batang Kabung, Padang yang rusak akibat banjir bandang sebagai wujud komitmen BUMN dalam pemulihan fasilitas pendidikan nasional. (DOK)

Jakarta, Beritasatu.com - Sekolah korban banjir di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membangun ulang SDN 49 Batang Kabung di Padang, Sumatra Barat, yang rusak akibat banjir bandang pada Desember lalu.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Inalum dalam mendukung pemulihan pascabencana hidrometeorologi, sekaligus memperkuat kontribusi sosial perusahaan. Selain membangun fasilitas pendidikan, Inalum juga menghadirkan posko layanan pengobatan gratis bagi masyarakat terdampak di sekitar wilayah tersebut.

Anggota DPR RI Komisi VI, Andre Rosiade, mengapresiasi langkah cepat tersebut. Ia menilai keterlibatan BUMN dalam pemulihan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Ini bentuk konkret kepedulian BUMN untuk rakyat. Kolaborasi seperti ini penting agar pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat dan berdampak langsung,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Peresmian pembangunan kembali sekolah turut dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Dony Oskaria, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, serta Wali Kota Padang Fadly Amran, bersama unsur Forkopimda dan perwakilan BUMN lainnya.

Di tengah banyaknya sekolah korban banjir di Indonesia, pembangunan kembali SDN 49 Batang Kabung dilakukan di atas lahan seluas 1.000 meter persegi milik pemerintah kota. Fasilitas baru ini diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, layak, dan nyaman bagi para siswa.

Fadly Amran menegaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan. Ia menyebut sekolah tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat sekitar.

Banjir bandang sebelumnya menyebabkan kerusakan parah hingga bangunan sekolah hanyut. Akibatnya, ratusan siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar darurat sambil menunggu pemulihan fasilitas.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menegaskan bahwa pembangunan sekolah dan layanan kesehatan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat bangkit dari bencana.

“Pendidikan dan kesehatan adalah fondasi masa depan. Kami ingin memastikan anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, sekaligus masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” kata Melati.

Secara regional, bencana hidrometeorologi di Sumatra juga berdampak luas terhadap aktivitas pendidikan, mengganggu proses belajar ratusan ribu siswa akibat rusaknya sekolah dan fasilitas pendukung.

Melalui semangat gotong royong, INALUM berupaya memastikan proses pemulihan berjalan menyeluruh—tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dalam mengembalikan harapan masyarakat. Upaya ini menjadi contoh nyata penanganan sekolah korban banjir di Indonesia agar pendidikan tetap berjalan di tengah situasi bencana.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon