Polda Bengkulu Selidiki 2 Gajah Mati di Mukomuko
Jumat, 1 Mei 2026 | 15:12 WIB
Bengkulu, Beritasatu.com — Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono memerintahkan jajarannya menyelidiki kematian dua gajah yang ditemukan di wilayah konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT), kawasan hutan produksi air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Kamis (30/4/2026).
Penemuan dua bangkai gajah tersebut pertama kali dilaporkan masyarakat. Kedua satwa dilindungi itu terdiri dari satu induk dan satu anak, yang hingga kini belum diketahui jenis kelaminnya.
"Kemarin kami mendapat informasi dari masyarakat ditemukan dua bangkai gajah di Kabupaten Mukomuko, saat ini kami sedang melakukan penyelidikan apa penyebab kematiannya dan akan ditindaklanjutinya dengan penyidikan," ujar Mardiyono di sela peringatan Hari Buruh Internasional di Bengkulu, Jumat (1/5/2026).
Ia menegaskan, jika ditemukan unsur pidana, pihaknya akan menindaklanjuti secara profesional.
"Apabila hasil penyelidikan dan penyidikan maka kami akan tindak secara profesional," tegasnya.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu juga bergerak cepat dengan mengirim tim ke lokasi guna melakukan nekropsi atau pemeriksaan terhadap bangkai hewan untuk mengetahui penyebab kematian.
"Kami awalnya mendapatkan informasi ada dua gajah mati itu dari masyarakat kemudian masyarakat melapor kepada kami," ujar Kepala Seksi Wilayah I BKSDA, Said Jauhari.
Ia menambahkan, tim saat ini tengah melakukan pemeriksaan di lapangan.
"Tim sekarang sudah menuju lokasi untuk melakukan nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian," sebutnya.
Lokasi penemuan tersebut berada di kawasan Bentang Sebelat, yang merupakan habitat penting bagi gajah sumatera. Namun, kawasan ini terus mengalami tekanan akibat perambahan hutan untuk perkebunan sawit ilegal.
Sebelumnya, Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, menyebut populasi gajah Aumatera di Bentang Sebelat kini tersisa sekitar 25 ekor yang tersebar dalam beberapa kantong habitat.
"Total tersisa 25 ekor. Yang berada dalam dua koloni terpisah antara HP Air Ipuh II dan HP Air Rami terputus karena perambahan," katanya.
Selain kasus kematian gajah, laporan lain juga menyebutkan adanya temuan bangkai harimau Sumatera di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko.
Kepala BKSDA Bengkulu, Agung Nugroho, menyatakan pihaknya masih melakukan verifikasi atas laporan tersebut.
"Informasi sedang diklarifikasi tim ke lapangan," ujarnya.
Sementara itu, Said Jauhari menambahkan, tim masih mengumpulkan data detail dari lokasi.
"Informasinya kami sudah terima namun laporan detail dari lapangan masih dikumpulkan, termasuk terkait jenis kelamin, di mana lokasinya, hingga apa penyebab matinya harimau tersebut," paparnya.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab kematian satwa dilindungi tersebut, di tengah meningkatnya ancaman terhadap habitat alami mereka akibat aktivitas manusia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




