ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Polda Belum Bisa Pastikan Kelompok Penyerang yang Tewaskan 4 Prajurit di Pos Koramil Maybrat

Sabtu, 4 September 2021 | 11:33 WIB
DS
DS
Penulis: Dwi Argo Santosa | Editor: DAS
Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa (ketiga kanan) disaksikan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (kedua kanan) dan Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Tornagogo Sihombing (kanan) memegang foto prajuritnya yang gugur saat pelepasan jenazah di Markas Komando Korem 181/PVT Kota Sorong, Papua Barat, Jumat, 3 September 2021.
Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa (ketiga kanan) disaksikan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (kedua kanan) dan Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Tornagogo Sihombing (kanan) memegang foto prajuritnya yang gugur saat pelepasan jenazah di Markas Komando Korem 181/PVT Kota Sorong, Papua Barat, Jumat, 3 September 2021. (Antara)

Sorong, Beritasatu.com - Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing menyatakan, polisi belum bisa memastikan pelaku penyerang Pos Koramil Maybrat dari kelompok mana dan apa motifnya. Seperti diberitakan puluhan orang menyerbu Pos Koramil dan menewaskan empat prajurit TNI, Kamis (2/9/2021) subuh WIT.

Irjen Pol Tornagogo Sihombing menegaskan bahwa siapa pun kelompok penyerang Pos Koramil Kisor di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat itu adalah sekelompok manusia biadab.

"Di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, masih ada manusia yang melakukan hal dan tindakan brutal seperti itu. Ini biadab, saya katakan sekali lagi ini perbuatan biadab," katanya Jumat, (3/9/2021).

ADVERTISEMENT

Empat personel TNI AD anggota Koramil Persiapan Aifat Slatan, Kodim 1809/Maybrat, kehilangan nyawanya secara keji di dalam pos mereka setelah diserang puluhan orang yang belum diketahui identitas dan motivasinya.

Kodim 1809/Maybrat merupakan Kodim yang paling baru di lingkungan TNI AD dengan komandan pertamanya Letnan Kolonel Infantri Harry Ismail.

Atas kehilangan anggota-anggotanya, Panglima Kodam XVIII Kasuari Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa telah memerintahkan jajarannya untuk mengejar dan menangkap para pelaku, yang disebutnya sebagai kelompok separatis teroris,  dalam keadaan apapun.

Sebagai penegak hukum, kata Sihombing, polisi belum bisa memastikan pelaku penyerang Pos Koramil Maybrat dari kelompok mana dan apa motifnya karena masih melakukan pendalaman.

"Kami masih menyebut pelaku penyerang Posramil Maybrat itu sebagai kelompok orang tidak dikenal atau OTK sebab masih didalami," ujarnya.

Polisi, katanya, sudah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti-bukti atas peristiwa yang terjadi  dan bekerja sama dengan Korem 181/PVT untuk menyelidiki serta mencari para pelaku.

"Kami berupaya secara profesional untuk menangani kasus ini. Mudah-mudahan hasilnya positif sehingga kami dapat mengetahui kelompok mana yang melakukan penyerangan serta apa motifnya," katanya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

159 Tersangka Tambang Ilegal Diciduk di Papua Barat, 2 Kg Emas Disita

159 Tersangka Tambang Ilegal Diciduk di Papua Barat, 2 Kg Emas Disita

NUSANTARA
Polisi Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Manokwari

Polisi Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Manokwari

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon