ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lebanon Sepakati Impor Listrik dari Yordania

Kamis, 27 Januari 2022 | 21:38 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Lebanon menandatangani kesepakatan pada Rabu 26 Januari 2022 untuk mengimpor listrik dari Yordania melalui Suriah.
Lebanon menandatangani kesepakatan pada Rabu 26 Januari 2022 untuk mengimpor listrik dari Yordania melalui Suriah. (AFP/Dokumentasi)

Beirut, Beritasatu.com- Lebanon menandatangani kesepakatan pada Rabu (26/1/2022) untuk mengimpor listrik dari Yordania melalui Suriah. Seperti dilaporkan Arab News, kesepakatan dicapai setelah jaminan Amerika Serikat (AS) bahwa perjanjian itu tidak melanggar sanksi terhadap rezim Assad di Suriah.

Kesepakatan itu diharapkan dapat memasok Lebanon dengan dua jam listrik sehari, dua kali lipat dari apa yang saat ini tersedia dari EDL, perusahaan pembangkit listrik negara. Listrik dari Yordania akan menelan biaya sekitar US$ 200 juta (Rp 2,87 triliun) dari anggaran belanja Lebanon per tahun.

Baca Juga: UNICEF Peringatkan Dampak Krisis Lebanon pada Anak-anak

"Ini adalah momen bersejarah yang penting bagi Lebanon, bukan karena dampaknya tetapi karena simbolismenya. Kesepakatan itu adalah kesepakatan sederhana tetapi sangat penting bagi rakyat Lebanon, yang membutuhkan setiap jam tambahan listrik," kata Menteri Energi Walid Fayad.

ADVERTISEMENT

Lebanon tidak memiliki listrik 24 jam sejak perang saudaranya berakhir pada tahun 1990. Namun krisis ekonomi negara itu telah menyebabkan pemadaman listrik hingga 23 jam sehari.Kebanyakan orang harus bergantung pada generator pribadi yang mahal.

Kesepakatan dengan Yordania didanai oleh Bank Dunia, dan harus disetujui oleh parlemen Lebanon. Rencananya, dalam dua bulan ke depan sudah bisa direalisasikan.

Baca Juga: Lebanon Luncurkan Bantuan Tunai Meskipun Krisis Moneter

Perjanjian tersebut merupakan bagian dari rencana yang lebih luas untuk memompa gas Mesir ke pembangkit listrik di Lebanon utara melalui pipa yang mengalir melalui Yordania dan Suriah.

"Listrik Yordania dan gas Mesir dapat menyediakan sekitar enam jam listrik," kata konsultan kebijakan energi Jessica Obeid.

Namun, Obeid menggambarkan kesepakatan itu sebagai perbaikan cepat yang tidak menyelesaikan masalah sektor apa pun, yang berakar dalam dalam politik dan pemerintahan.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB

Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB

INTERNASIONAL
Indonesia Siap Tarik TNI dari Lebanon jika PBB Tak Mampu Melindungi

Indonesia Siap Tarik TNI dari Lebanon jika PBB Tak Mampu Melindungi

NASIONAL
Tiba di Bandara Soetta, Jenazah Kopral Rico Disambut Prosesi Militer

Tiba di Bandara Soetta, Jenazah Kopral Rico Disambut Prosesi Militer

BANTEN
Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Ini Sikap Sekjen PBB

Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Ini Sikap Sekjen PBB

INTERNASIONAL
Gencatan Senjata Terancam, Israel Dinilai Cari Celah

Gencatan Senjata Terancam, Israel Dinilai Cari Celah

INTERNASIONAL
Indonesia Kecam Serangan terhadap UNIFIL yang Tewaskan Tentara Prancis

Indonesia Kecam Serangan terhadap UNIFIL yang Tewaskan Tentara Prancis

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon